RSS

Gaji $, pengeluaran Rp. Mau? Coba ini !!


 

header

Binary Options Trading Made Easy

95% Profit in 1 minute, stakes from $1 to $100,000

bg

Make 95% [or greater] profit by predicting; FOREX, indices, stocks and commodities.

  • Predict a market’s movement from 30 seconds to 360 days.
  • Wager from $1 to $100,000.
  • Turn your financial/markets knowledge into profit!
  • This is all possible with the click of a button.

 

button

 

You can place a trade on the following:

Forex: Trade on leading currency pairs, including EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, USD/CAD, AUD/USD and more.

Indices: Trade on leading market indices, including those from the U.K., France, Germany, the U.S., Australia, Japan and more.

Stocks: Trade on leading U.K. and U.S. stocks, including Apple, Barclays, B.P., Google and others.

Commodities: Trade on commodities such as oil, gold, silver and more.

Random Walk: Trade on a variety of random markets – open 24/7/365!

NEW! Sector Indices: Enjoy over 40 new Sector Indices from around the globe, including Agriculture, Energy, Financial, Technology and more.

Binary.com service is owned and operated by Regent Markets Group. Fully licensed and regulated, Binary.com has been providing financial trading to a worldwide audience of over 300,000 clients since 1999.

 

button
footer

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 April 2014 in Trading

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Mimpi Sang Caleg


Caleg
Mimpi sang Caleg…. Salah Doakah ???…….
duh GUSTI,kulo pengin dadi wong sing kipas2 tok duit teka dewek,,,,..CLiiiiiiiiing
–5tahun kemudian–
wonge dadi TUKANG SATE…

duh GUSTI,kulo pengin dadi wong sing goyang2 sikil tok duit teka dewek…CLiiiiiiing
–4tahun kemudian–
wonge dadi TUKANG JAHIT

duh GUSTI,kulo pengin dadi wong sing jagong meneng duit teka dewek..CLiiiiiing
–3tahun kemudian–
wonge dadi tukang NUNGGU TOILET..

duh GUSTI,kulo pengin dadi wong sing di eloni manut karo omonganku..CLiiiiiing
–2tahun kemudian–
wonge dadi TUKANG ANGON BEBEK

duh GUSTI,kulo pengin dadi wong sing di kelilingi wong wadon akeh..CLiiiiiiing
–3jam kemudian–
wonge dadi TUKANG SAYUR..=D

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 April 2014 in Guyon Suroboyoan

 

Drakula


Drakula
Bapaknya drakula lagi kesal..Soalnya anaknya gak mau isep darah manusia..Alasannya KECUT rasanya..
Semua manusia sdh dicoba..Tua-muda, cewek-cowok, item-putih. Semua dia bilang KECUT…Bapaknya drakula penasaran maka disuruh anaknya coba 1x lg didepan sang Bapak…Bapak : nah tuh ada manusia tuh… Sana isep darahnye…Anak : siaaapp paaak…Dengan sigap Anak drakula melancarkan aksinya…
Tetapi baru aja ujung gigi anaknya nancep, belum sempat ngisep darah, kuping anak drakula dijewer…”Isepnya di leher begooooooo, bukan di Keteeek”. _̸_̸̸̸̨̨.aª=))_̸_̸̸̸̨̨.aª=))_̸_̸̸̸̨̨.aª=))_̸_̸̸̸̨̨.aª=)). Canda ya preeeeend….. \=D/ :D

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 April 2014 in Lucu

 

Penemu Kaca Spion


kaca Spion
PENEMU Nama KACA SPION aslinya adalah prapto asal kemranjen banyumas..
Pada thn 1908, prapto bersama temannya bernama Yono (asli kutoarjo) sedang mengendarai mobil jaman dulu tanpa kaca spion menuju Solo..
Setiap hendak mendahului kendaraan atau berbelok, prapto meminta Yono utk menengok kebelakang dan prpto selalu tanya sama yono”’ ‘sepi Yon’?…Sepi Yon ?
Sejak saat itulah kaca utk melihat kebelakang pada mobil itu disingkat dan disebut ‘Spion…
Coba kalo nama temennya ateng….
Pasti mobil sekarang ada “sepiteng” di kanan kiri nya….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 April 2014 in Lucu

 

Puisi di Ulang Tahunku


Kue Ultah 1
Lelakiku (Medio 070414)

Lakiku bukanlah pria tertampan mungkin dia hanya tampan sedikit.. Yah klo dinilai mah hanya 7 lah(Kok Cuma 7 ? :-( )

Lelakiku bukanlah pria teromantis.. Mungkin romantis kurang .. Yah klo dinilai mah hanya 5 lah (Yang ini Ra popo)

Lelakiku bukan pria terkaya mungkin cukup.. Kadang sedikit kurang. Yang ini tidak bisa dinilai (Syukur derh)

Tetapi lelakiku adalah pria yang telah membuat aku lebih baik.. Lebih bahagia .. Lebih percaya diri .. Lebih cantik… Yah dinilai 135 lah (Siiplah)

Lelakiku tidak pernah tidak ada ketika aku perlu tempat curahan galau.. Tempat menangis.. Tempat untuk meluapkan emosi..bahkan tempat untuk minta duit ..(hehehehe ngaku juga)

Lelakiku tidak pernah berkata tidak indah kepadaku.. Walaupun tidak dengan kata kata penuh buaian.. Tapi semua selalu baik dan indah. Apabila aku sampai menangis karenanya…. Pasti sedang galau berat …

Terima kasih cinta.. Telah menerima segala kekuranganku dengan senyuman..

Terima kasih telah membuat aku bahagia dan lebih baik lagi..

Terima kasih selalu ada untuk aku

Terima kasih untuk selalu menghargai aku..

Terima kasih untuk cinta yang selalu bertambah tiap saatnya …

Selamat ulang tahun lelakiku.. semoga dipanjangkan umurnya, dimudahkan rizkinya, disejahterahkan hidupnya, diindahkan hari-harinya..

(Terima kasih Sweety)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 April 2014 in Privacy

 

Bromo oh Gunung Bromo


Padang Savanah TeletubiesSudah lama aku tidak mengunjungi daerah wisata ini, setiap kali ada berita tentang keindahan tempat wisata ini aku beritahu istri bahwa lokasinya dekat dengan kampung halamanku, Kota Malang. Endingnya dia selalu bilang huuu ngomong doang kapan aku diajak kesana? Hahaha. Karena kebetulan mau lebaran akhirnya aku janji lebaran ini akan mengajak Istri dan anak-anakku kesana
Akhirnya sampailah waktu itu Minggu, 11 Agustus 2013 Kami melakukan perjalanan wisata tersebut. Berangkat pukul 23.00 dari rumah diMalang. Perjalanan melalui Purwasari sekitar 86 km perjalanan dari Malang ke Bromo. Jalan mendekati daerah Bromo mulai berkelok-kelok , kalau dilihat di GPS, jalan tersebut seperti ular.

IMG_1293IMG_1295IMG_1279
Waktu tepat menunjukan pukul 01.30 aku sudah sampai daerah parkiran mobil yang cukup luas mobil-mobil pribadi tidak boleh meneruskan perjalanan ke tempat tujuan utamanya, karena jalan diportal, hoop okelah kita berhenti dulu disini. Sudah ada 2 mobil yang parkir sebelum kami sampai.

IMG_1307IMG_1308IMG_1327
Datang seorang penduduk dengan Ramah bertanya,” sudah dapat Jeepnya untuk naik keatas?”
Aku jawab “ Belum mas, berapaan mas kalau Sewa?”
Penduduk,” 450 mas”
Dieghhhh apa?
Berapa pak,” 450ribu?, itu untuk berapa orang?”
Penduduk,” satu Jeep untuk 6 orang maksimal”
Gila! Dah mobil gak boleh terus, eh disini dipaksa bayar 450 ribu.
Penduduk,” itu sudah harga Paguyuban, diantar ke dua lokasi , kalau mau empat lokasi 650 ribu.”
Dalam hati Paguyuban apa nih? Gila, mau balik lagi sudah nanggung.

IMG_1321IMG_1322IMG_1313
Akhirnya dengan sedikit kecerdasan, ciiiee. Aku cari calon-calon turis lokal yang mau patungan dengan kami untuk dapat menyewa kendaraan keatas. Singkat cerita saya dapat 2 keluarga yang mau patungan dengan kami, karena jumlah total orang yang banyak jadinya kita tidak bisa naik jeep. Deal dinilai 600ribu naik pickup, total muatan 15 orang. Gak apa-apa deh, jadi kita dapat patungan 200 ribuan. Lumayan.

IMG_1422IMG_1411IMG_1338
Hampir sampai Penanjakan, karena mobil jeep yg sdh sampai lebih dahulu sudah banyak, jadinya mobil yg kita sewa gak bias sampai lokasi penanjakan, mesti parkir 2km sebelum lokasi(menurut tukang ojeknya), hal ini dimanfaatkan peluangnya oleh tukang ojek. Tarif Ojek 25 ribu/ motor(ditawar menjadi 15 ribu) hadeeew keluar lagi biaya. Karena lokasi masih jauh, menanjak dan membawa anak kecil, terpaksa deh kami naik ojek sewa 3 motor untuk anak-anak, istri dan mama.

IMG_1332IMG_1334IMG_1354

Sesampai lokasi gerbang Penanjakan ternyata kita masih harus naik lagi tangga yang tingginya lumayan, kasian anak-anakku yang masih kecil pada kecapean. Ada beberapa anak kecil yang nangis minta pulang karena Capek, ngantuk dan gak kuat menahan rasa dingin, muncul tenaga-tenaga yang manawarkan jasa gendong untuk anak-anak. Duh tepok Jidat. Masak sih mesti keluarin uang lagi? Anak-anak dimotivasi untuk kuat, hehehe…ayo sedikit lagi, dan hebatnya ternyata mereka kuat walaupun dengan sedikit keluhhan :-).

IMG_1346IMG_1350IMG_1370

Sesampai lokasi Penanjakan- point of View Sun Rise, ternyata lokasinya sudah padat dank arena lokasinya yang sempit dan bentuknya yang datar. Maka kita yang datang belakangan tidak dapat melihat dengan jelas, Cuma lihat kepala-kepala orang dan sekali lagi kita jengkel dengan kondisi anak-anak kami yang serasa berdiri diantara orang-orang dewasa tidak dapat melihat pemandangan dengan baik dan kecapean karena harus berdiri terus, tidak ada tempat untuk duduk dengan nyaman. Seandainya lokasi ini dibangun dengan posisi tempat duduk yang makin meninggi kearah belakang seperti nonton bioskop dan areanya diperluas, alangkan nyamanya kita menikmati momen matahari terbit ini.

IMG_1343IMG_1342IMG_1340

Karena kita tidak kebagian lokasi melihat matahari terbit yang nyaman, akhirnya kita putuskan untuk bergeser kedaerah yang sedikit diluar lokasi sebenarnya. Kami menunggu di bawah menara BTS yg ada didekat lokasi tersebut. Meski posisinya kurang ideal, tapi lumayan. Dan anakku bisa kubiarkan duduk-duduk dipondasi menara BTS tersebut, meski penuh dengan tanah tapi gak apa-apa deh dari pada mereka kecapean. Indahnya Sun Rise !!!!

IMG_1364IMG_1368IMG_1376

Selesai menyaksikan Sun Rise, kami langsung turun. Duuh jauh ya tempat parkir mobil sewa kami? Apa mesti naik ojek lagi? Karena jalannya yang menurun kita putuskan untuk jalan kaki sambil gendong anak-anak. Capeeeek mbok. Perjalanan berikutnya menuju Gunung Bromo.

IMG_1384IMG_1379IMG_1378

Mendekati lokasi Gunung Bromo kita diharuskan turun dari mobil . kita harus jalan kaki atau naik kuda menuju Gunung Bromo. Sewa Kuda berapa pak?125 ribu dik. Duh tepok jidat lagi nih perlu 3 ekor kuda untuk antar aku dan keluarga, berarti perlu 375 ribu. Enggak deh. Akhirnya kami putuskan tidak naik kegunung Bromo Karena jalan cukup jauh dilautan pasir belum naik anak tangga gunung Bromo sebanyak +/-250 anak tangga CMIW, anak-anak tidak akan kuat. Dan pengalaman kalau tidak naik kuda, kita akan susah nafas karena debu yang berterbangan akibat kuda berjalan atau lari, selain itu sepanjang jalan tercium aroma kotoran kuda yang berserakan disepanjang jalan. Bromo aku Cuma liat dari jauh. Kasian istriku agak kecewa, maaf ya..

IMG_1426IMG_1408IMG_1431

Kemudian kami meneruskan perjalanan menuju Padang Savanah. Pemandangannya indah sekali. Tapi karena sudah pada kecapean dilokasi penanjakan ditambah perjalan kami yang menggunakan pickup dimana cukup membuat lelah badan kami. Sesampai dilokasi padang Savanah Pada gak mau turun dari mobil. Cuma aku, istri dan kedua anakku. Benar juga ada gundukan mirip rumah Teletubies. Makanya dinamakan Padang Savanah Teletubies.
Puas menikmati Padang Savanah kita kembali ketempat kita awal dimana kendaraan kita diparkir.

IMG_1420IMG_1407IMG_1417

Sepanjang perjalanan saya kasian melihat teman-teman yang menggunakan kendaraan sepeda motor, dimana sepeda motor mereka sering tidak bisa jalan karena tebalnya pasir sehingga sering ban selib. Selain itu bila dilewati kendaraan jeep atau pickup seperti yang kami tumpangi mereka akan terkena debu yang cukup tebal, kasian. Demikian juga kami bila ada jeep yang melewati kita atau berpapasan dengan jeep. Maka kamipun akan terkena debu yang cukup tebal sehingga sulit bernafas……duh kok tidak diatur ya jalur kendarannya. Minimal dibedakan jalur antara macam kendaraan dan jalur arah pulang Serta pergi. Sehingga debu tidak membuat kita susah mernafas.

IMG_1421IMG_1429IMG_1431

Demikian Cerita singkat perjalana wisataku ke Gunung Bromo.
Kesan : pemandangan alam yang luar biasa indah dengan perjalanan yang menguji adrenalin. Jalan berkelok-kelok sewaktu naik karena malam sehingga tidak terlihat jurang-jurang yang dalam. Atau waktu turun kekawasan Broro dengan jalan yang curam dan terjal, terutama pada saat berpapasan dengan mobil lain, langsung komat -kamit baca doa.Tapi tidak recommended untuk Back Packer. Kita yang mengajak tidak dapat dengan bangga menunjukan daerah tersebut dan dengan bangga bercerita, karena teman yang diajak keburu jengkel dan cemberut karena mahalnya perjalanan wisata ini, tidak nyaman, sangat berdebu, berat terutama untuk anak-anak. Sehingga pulang dari wisata ini yang ada adalah capeeeek luar biasa, Kata istriku lebih capek dari pada mudik dari Jakarta ke Malang. :-D .
Untuk para pemburu gambar, kawasan Bromo ini akan memberikan gambar-gambar yang luar biasa Indah. I LOVE INDONESIA.
Jangan lupa bawa baju hangat yang cukup. Karena dinginnya bisa sampai lima derajat Celcius, kami sudah berpakaian berlapis-lapis masih merasa dingin. Tapi jangan kawatir bila lupa bawa jaket, karena disana ada juga yang menawarkan jasa sewa jaket kok. hehehehe duit lagi….duit lagi…

IMG_1436IMG_1435IMG_1432

Hanya foto-foto ini yang dapat mengenang keindahan pemandangan Gunung Bromo.

Apa perlu harus ada yang menggugat Pemda ya agar wisata ini ditata lebih baik dan murah, seperti kasus. Ancol untuk masuk Gratis. Karena kenyamanan untuk menikmati wisata Bromo masih jauh dari nyaman.

IMG_1434
IMG_1300

IMG_1299

IMG_1298

IMG_1301

IMG_1431

IMG_1426

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Agustus 2013 in Excellent Places

 

Tag: , , , , ,

Encouragement! Bukan Discouragement


Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI) dari status teman…

encouragment 1

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

encouragment
Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Desember 2012 in Pelajaran Hidup

 

Tag: , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.545 pengikut lainnya.