RSS

SEKOLAH KNOWING VS SEKOLAH BEING… 1/2


Satu hr sy kedatangan seorg tamu dr Eropa. Sy menawarkan pd nya melihat2 objek – wisata kota Jakarta. 

Pd saat kami ingin menyeberang jalan,
kawan sy ini selalu berusaha utk mencari zebra cross. Berbeda dgn sy dan org Jakarta yg lain, dgn mudah menyeberang dimana saja suka.

Teman sy tetap tdk terpengaruh oleh situasi. Dia terus mencari zebra cross setiap kali akan menyeberang.  Padahal di Indonesia tdk setiap jalan dilengkapi dgn zebra cross.

Yg lbh memalukan … meskipun sdh ada zebra cross … tetap saja para pengemudi tancap gas, tdk mau mengurangi kecepatan, guna memberi kesempatan pd para penyeberang.
Rekan sy geleng2 kepala mengetahui perilaku masyarakat kita.

Akhirnya sy coba menanyakan pandangan tmn sy ini mengenai fenomena menyebrang jalan tadi.

Sy bertanya mengapa org2 di negara kami menyebrang tdk pd tempatnya, meskipun mrk tahu bhw zebra cross itu adlh utk menyebrang jalan. Sementara dia selalu konsisten mencari zebra cross meskipun tdk semua jalan di negara kami dilengkapi dgn zebra cross.

Pelan2 dia menjawab pertanyaan saya … “It’s all happened because of The Education System.”

Wah … bukan main kagetnya sy mendengar jawaban rekan sy. Apa hubungan menyeberang jalan sembarangan dgn sistem pendidikan…?

Dia melanjutkan penjelasannya. Didunia ini ada 2 jenis sistem pendidikan,
yg Pertama adlh sistem pendidikan yg hanya menjadikan anak2 kita menjadi mahluk “Knowing” atau sekedar tahu saja, sedangkan yg Kedua sistem pendidikan yg mencetak anak2 menjadi mahluk “Being”. Maksudnya …?

Sekolah hanya bs mengajarkan banyak hal utk diketahui para siswa …
Sekolah tdk mampu membuat siswa mau melakukan apa yg diketahui sbg bagian dr kehidupannya. Anak2 tumbuh hanya menjadi “Mahluk Knowing”,
hanya sekedar “mengetahui” bhw
– zebra cross adlh tempat menyeberang,
– tempat sampah adlh utk menaruh sampah, to mrk tetap menyebrang dan membuang sampah sembarangan … Sekolah semacam ini biasanya mengajarkan banyak sekali mata pelajaran. Tak jarang membuat para siswanya stress, pressure & akhirnya mogok sekolah. Segala macam di ajarkan & banyak hal yg di ujikan,
tetapi tak satupun dr siswa menerapkannya stlh ujian. Ujiannyapun hanya sekedar tahu … “Knowing”.

Di negara kami, sistem pendidikan benar2 di arahkan utk mencetak manusia2 yg “tidak hanya tahu apa yg benar tetapi mau melakukan apa yg benar sbg bagian dr kehidupannya”

Di negara kami, anak2 hanya di ajarkan 3 mata pelajaran pokok. 1) Basic Sains, 2) Basic Art & 3) Social.

Dikembangkan melalui praktek lsg & studi kasus vs kejadian nyata diseputar kehidupan mrk.

Mrk tdk hanya tahu, mrk jg mau menerapkan ilmu yg diketahui dlm keseharian hidupnya. Anak2 ini jg tahu persis alasan mengapa mrk mau atau tdk mau melakukan sesuatu.

Cara ini mulai di ajarkan pd anak sejak usia mrk msh sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaan yg kelak akan membentuk mrk menjadi mahluk “Being”. Yakni manusia2 yg melakukan apa yg mrk tahu benar. Wow…! Betapa sekolah begitu memegang peran yg sangat penting bagi pembentukan perilaku & mental anak2 bangsa.

Betapa sebenarnya sekolah tdk hanya berfungsi sbg lembaga sertifikasi yg hanya mampu memberi ijazah para anak bangsa.

Kita mestinya lbh mengarahkan pendidikan utk mencetak generasi yg tdk hanya sekedar tahu ttg hal2 yg benar, tp jauh lbh penting utk mencetak anak2 yg mau melakukan apa2 yg mrk ketahui itu benar. Mencetak manusia2 yg “Being”

Apkh tempat anak2 kita bersekolah telah menerapkan sistem pendidikan & kurikulum yg akan menjadikan anak2 kita utk menjadi mahluk “Being” atau hanya sekedar “Knowing”

“Mengetahui” Yang Benar Tetapi “Tidak Pernah Melakukan Dengan Benar” sama dengan “Tidak Mengetahui”

Have a Great Monday🌹

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Juli 2015 in Uncategorized

 

Yang tidak dapat diucapkan oleh Seorang Ayah!!!


Edisi kangen Bapak yang baru dipanggil oleh Allah SWT.

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang
bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau
luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang
tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu
setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang
mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu
bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa
bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama
tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu
di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu
mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI
BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru,
Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti,
tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi
anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang
sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum
air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja…..
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa
bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan
gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia
HARUS menjagamu.

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit
peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk
melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu
pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan
mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan
segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang
Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata –
mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak
sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu
untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya,
dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT….kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu,
orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama
dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa
tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang,
nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya
yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang
Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum
bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang
panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Tuhan tugasku telah
selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya
yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA”
dalam segala hal..

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo
/ Papa / Papi kita… tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang
tersembunyi dibalik hatinya ;)

Yes I love you so much, Yah…

my beloved man….

By : Fawzah Fauziah dan dapat dilihat sumbernya di
http://www.facebook.com/l/f42ea;tinyurl.com/yg5odmh

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Juli 2015 in Pelajaran Hidup

 

Tag: , , , , , , , , ,

Makna 3 x 8 = 23


Yan Hui
Yan Hui (顏回) adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.

Pembeli berteriak, “3×8 = 23, kenapa kamu bilang 24?” Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata, “Sobat, 3×8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi”.

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata, “Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan”.

Yan Hui, “Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?”

Pembeli kain, “Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?”

Yan Hui, “Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu”. Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius.

Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa, “3×8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia.” Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya.

Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain. Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.

Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya..

Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat, “Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh.”

Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang. Di dalam perjalanan tiba-tiba angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon, tapi tiba-tiba ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu.

Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti. Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya.

Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.

Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata, “Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?”

Confusius berkata, “Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon..Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh”.

Yan Hui berkata, “Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.”

Confusius bilang, “Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3×8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3×8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?”

Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata, “Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar-benar malu.” Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.

Cerita ini mengingatkan kita :

Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya. Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting. Banyak hal ada kadar kepentingannya.

Janganlah gara-gara bertaruh mati-matian untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.

Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.

Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Saat kita kasih sample barang lagi, kita akan mengerti)

Bersikeras melawan boss. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Saat penilaian bonus akhir tahun, kita akan mengerti)

Bersikeras melawan suami. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (suami tidak betah di rumah)

Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Bisa-bisa kita kehilangan seorang teman)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Juni 2015 in Pelajaran Hidup

 

Tag: , ,

Taman Safari


Mohon untuk menyebarluaskan ke teman Dan orang terdekat anda,supaya Lebih berhati-hati bila berkunjung Ke TSI(Taman Safari Indonesia). Di bawah ini adalah pengalaman Kami yang tidak akan kami lupakan seumur hidup.Hari sabtu kemarin,kami berkunjung ke TSI dengan menggunakan Mobil Keluarga,4 orang dewasa dan 2 anak kecil dengan tujuan refreshing. Belum lama kami berada di TSI, Kira-kira 10 menit, Mobil kami Memasuki area binatang yang bukan Binatang buas(kijang, banteng dll),Tiba-tiba Mobil kami mogok dan meski sudah mencoba untuk merestart beberapa kali, tetapi mesin sama sekali tidak bisa dihidupkan kembali.Kami pikir mungkin cipratan air telah menyebabkan mobil kami mogok saat baru saja melewati genangan air seperti sungai kecil di TSI. Meskipun ragu-ragu, karena tidak terlihat Ada petugas TSI didekat situ, akhirnya paman saya turun untuk membuka kap mesin. Kami tidak membunyikan klakson karena takut mengganggu binatang di TSI. Kami pikir, area ini adalah area yang aman, bukan area binatang buas,jadi kami berusaha tenang menunggu di dalam mobil sambil ngobrol.Namun tiba-tiba kami terkejut ketika melihat seekor singa yang entahdari mana datangnya sudah berada di belakang Mobil kami Dan berjalanke arah depan mobil dimana paman kami berada. Lalu… Entah kenapa kami semua seperti terhipnotis melihat singa itu mendekati paman kami yang asyik mencari kerusakan mobil dan tidak tahudengan kedatangan singa itu. Kami benar-benar hanya terpaku melihat Singa itu tanpa berusaha untukmemberitahu paman ada bahaya yang datang.Dan.. ?? Bertepatan paman menutup kap mesin….Ketika itu pula singa sudah berada tepat dibelakang tubuh Paman saya,sehingga tampak sangat jelas oleh kami dari dalam mobil bagaimana sangat dekatnya singa terhadap paman,Dan… Saat itu pula singa itu langsung mencolek bahu paman saya seraya berkata,’Kagak usah takut…Gua lagi puasa…!!’. serius amat ngebacanya…😅😁

sbelum msk bln suci ramadhan.. sya mohon maaf lahir batin 😄
Atas perasaan “kotor” yg pernah ada
Maupun tngkah laku yg pernah terjadi…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Juni 2015 in Lucu

 

Tag:

Pingin Nangis seperti Gadis


Seorang gadis habis bertengkar dengan pacarnya, kepingin menangis… Tetapi dia gengsi tidak mau menangis di rumah karena memang orang tuanya gak setuju mereka berpacaran… Tiba-tiba dia teringat kenapa tidak pergi kerumah duka (tempat persemayaman orang meninggal) dan menangis sepuasnya…. Bila dia menangis di sana tidak bakal ada orang yang merasa heran…… Lalu dia pun mencari tempat persemayaman seorang kakek yang baru saja meninggal, menetapkan hati lalu berlutut di depan jenazah dan menangis sejadi-jadinya….. Di samping jenazah kakek tua itu ada 2 orang wanita setengah baya saling berpandangan dan mengumpat pelan: “Dasar tua bangkotan… ternyata masih ada wanita simpanan ke-3…” Merekapun kasak kusuk berdua, selanjutnya berjalan ke gadis itu dan memapahnya berdiri, sambil menghibur: “adik ke-3, sudahlah… kami lihat kamu menangis dengan sangat sedih, kami sudah musyawarah dan memutuskan membagikan uang cash senilai Rp1,5Milyar kepadamu, sedangkan harta lain seperti rumah, saham, dan lain-lain, kamu jangan minta bagian lagi yach…… OK????

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Juni 2015 in Lucu

 

Tag: , , ,

Anak Adalah Amanah


1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.
3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.

4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.

5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.

6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.

7. Selain itu, jangan lujpa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Juni 2015 in Uncategorized

 

Logic Thinker


LOGIKA SUDRUN

Suatu hari di bar, masuklah seorang berpakaian perlente dan minum di bar tersebut.
Sudrun, sang bartender terkesima melihat manusia keren tersebut dan mencoba bertanya:
“Apa sih pekerjaan bapak?”

Lalu orang itu menjawab,
“Oooooo saya adalah seorang LogicThinker.”

Sudrun bingung dan bertanya :
“Apa itu pekerjaan logic thinker?”

Orang itu menjawab:
“Wah susah menerangkannya, soalnya memang bukan pekerjaan yang lazim, tapi saya akan kasih anda contoh saja, ok?”

Sudrun: Ok!

Tamu: Begini, pertama-tama saya bertanya dulu, apakah anda punya akuarium?

Sudrun: O ya saya punya akuarium buesuaaarrr di rumah.

Tamu: Nah kalo anda punya akuarium, logisnya anda punya ikan

Sudrun : O ya saya punya ikan berbagai jenis

Tamu: Nah kalo anda punya ikan, anda pasti sayang binatang

Sudrun: Oya betul sekali saya sangat sayang pada binatang

Tamu: Kalo anda sayang binatang, apalagi pada anak anda!! Anda pasti sangat menyayangi anak anda.

Sudrun: Betul sekali saya mencintai anak saya lebih dari ikan.

Tamu : Nah logisnya, jika punya anak pasti punya istri.

Sudrun: Anda kok tahu? saya memang punya istri cantik jelita.

Tamu : Tentu saja saya tahu karena itu semua hanya logis saja. Nah sekarang pertanyaan terakhir, jika anda punya istri dan anak, berarti anda tidak impoten!!! betul?

Sudrun : 100% betul, saya tidak impoten.

Tamu: Nah begitulah kira-kira logic thinker itu.

Sudrun : Oooo begitu tho? saya ngerti sekarang.. *takjub

Lalu setelah tamu itu pergi, datanglah Mukidi, teman Sudrun, dan bertanya:

Mukidi: Eh, Drun, lu tadi kok asyik sekali omong apa?

Sudrun : Ooo tadi gue ngobrol pekerjaan orang itu sebagai logic thinker

Mukidi : Apaan tu logic thinker?

Sudrun: Begini lho gue terangkan, pertama- tama gue tanya dulu, lu punya akuarium gak?

Mukidi : Gak punya tuh?

Sudrun: Nah… BERARTI LU PASTI IMPOTEN!

Mukidi : @&%$??!!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 April 2015 in Guyon Suroboyoan

 

Tag:

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.608 pengikut lainnya.