RSS

Membuat lebih pendek


Seorang Guru membuat garis sepanjang 10 cm di atas papan tulis, lalu berkata : “Anak2, coba perpendek garis ini!”

 

Anak pertama maju kedepan, ia menghapus 2 cm dr garis itu, skrg menjadi 8 cm. Pak Guru mempersilakan anak ke 2. Iapun melakukan hal yg sama, ‘sekarang’ garisnya tinggal 6 cm. Anak ke 3 & ke 4 pun maju kedepan, skrg garis itu tinggal 2 cm.
Terakhir, anak yg Bijak maju kedepan, ia membuat garis yg lbh panjang, sejajar dgn garis pertama, yg tinggal 2 cm itu. 
Sang Guru menepuk bahunya, 

*”Kau memang bijak. Utk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya – cukup membuat garis yg lbh panjang. Garis pertama akan menjadi lbh pendek dgn sendirinya.”*
*Utk memenangkan Tak perlu mengecilkan yg lain, Tak usah menjelekan yg lain, krn secara tak langsung, membicarakan kejelekan yg lain adalah  cara tak jujur utk memuji diri sendiri. Cukup lakukan kebaikan terbaik yg dpt kita lakukan utk smuanya, biarkan wkt akan membuktikan kebaikan tsb.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Februari 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan

 

PRATONDO


*pepatah jowo*  
          *PRATONDHO*

            *Soko Rogo*

   Yèn sliramu tuwo terus *ompong*.

Iku pertandhanè sedhèlo manèh bakalè *ngerong*.

Mulanè urip ojo dadi wong *sombong*.

Mengko kabèh amalè iso *kobong*.
  Yèn sliramu tuwo tambah *kisut*.

Iku pertandhanè sedhèlo manèh mlebu luwèng *ciut*.

Mulanè urip ojo *lacut*.

Anggonè maksiat ojo *kebacut*.

Lan ojo *dilanjut*.
   Yèn sliramu tuwo terus rambutè *putih*.

Kuwi mertandhanè yèn sedèlo manèh bakalè *mulih*.

Mulanè yèn urip sing ikhlas ojo tansah *pamrih*.

Ngèlingono nyowo iki amung *nyilih*.
   Yèn sliramu tuwo terus mripatè *rabun*.

Iku mertandhani nyowo wis cedhak *ubun-ubun*.
   Yèn sliramu tuwo terus *wungkuk*.

Kuwi mertandhanè yèn urip kari *sèsuk*.
Karo peraturan Agama kudu *tundhuk*.
  Yèn sliramu tuwo terus wetengè *gendut*.

Dudu kok mergo isinè *welut*.

Ayo podho nyuwun pangapuro sedoyo laku sing *luput*.

Bèn ikhlas yèn sak wayah-wayah nyowo iki *dipundhut*.
  Yèn sliramu tuwo untunè akèh sing *ucul*.

Kuwi mertandhani nyawa sedhèlo manèh bakal *mumbul*.

Mulanè njaluk pangapuro sakdurungè *dipikul*.

Ora iso ngibadah yèn awak wis dipendhem nganggo *pacul*.
*Aamiin…..*
*Ayo dulur mugo mugo kanthi nyambung silaturahim, biso tukul amalan kang becik…….*
*Aamiin…*

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Februari 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan

 

Pikiran


Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, mantan Presiden USA yang mengatakan :
“Small Minds discuss people,

Average Minds discuss events,

Great Minds discuss ideas”.
Pikiran Kecil membicarakan orang.
Pikiran Sedang membicarakan peristiwa.
Pikiran Besar membicarakan gagasan”.
Maka sebagai akibatnya…
PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.
PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.
PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.
Ketiga jenis pikiran ini ADA di dalam setiap otak kita.

Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya.
Kalo setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak mnghasilkan apa2, kecuali perseteruan.
Tetapi bila Pikiran Besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.
PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA”,
PIKIRAN SEDANG senang mnggunakan kata: “ADA APA”, sedangkan
PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA & BAGAIMANA”.
Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.
PIKIRAN KECIL akan tertarik dengan pertanyaan: “SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”
Pikiran Sedang akan bertanya: “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL?”
Sedangkan Si PIKIRAN BESAR : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?”
Dan..pikiran yang terakhir itulah yang konon menginspirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASI-nya yang sangat terkenal!
Tidak ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil.
Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yang berbeda.
Si PIKIRAN KECIL biasanya senang “melahap” TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH.
Si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA.
Si PIKIRAN BESAR memilih BUKU yang membangkitkan INSPIRASI.
Semoga pikiran2 kita didominasi oleh Pikiran Besar (Great Minds)
Aamiin

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Februari 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan

 

Dompet Ilang


​Edisi Mukidi yg kesekian kali…….
*“`DOMPET IRENG ILANG“`*
“`MUKIDI  rewang neng omahe pak Lurah pas mantu anake.
Ndilalah dompete MUKIDI  ilang. Digoleki neng endi2 ora ono…
MUKIDI  nyoba goleki neng kamare manten, mungkin pas nyapu mau tibo.
Pas nggoleki neng ngisor dipan, ndadak manten mlebu kamar. 
MUKIDI  ndhelik neng ngisor dipan.
Terjadi dialog pengantin.

Si pria ndemek pipine manten wedok.

” Apem nyempluk iki duweke sopo dik ? ”

” Wek’é sampeyan mas ”
Manten lanang ndemek dodone.

” Tumpeng anget iki duweke sopo dik ? ”

” Wek’é sampeyan mas ?”
Tambah panas lan hot…

“Pisang goreng anget iki duwek’e sapa maaas”.

“Iki yo duwek’mu dik”.
Terus manten lanang bukak rok’é manten wedok.

” Dompet ireng iki duweke sopo dik ? ”
MUKIDI sing ning ngisor longan krungu dompet langsung mencolot….“`
*”GADHAHAN KULO MAS…!!!”*

“`Grobyaak, maalliiiing . . maaliingg……“`

😝😝,…mukidi…..mukidiiiiiiiii……..

Sepisan maning mukidi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Februari 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan

 

Selalu ada harapan bagi yang berusaha dan bertahan


​Seorang ayah memiliki 4 anak, ayah tersebut meminta anak-anaknya untuk pergi ke hutan melihat sebuah pohon pear dalam kurun waktu yang berbeda. 
Anak ke 1 pada bulan Januari, 

anak ke 2 pada bulan April, 

anak ke 3 pada bulan Juli, 

Anak ke 4 pada bulan Oktober. 
Setelah pulang dari hutan, masing-masing anaknya memberi laporan yang berbeda. 
Anak pertama, “Pohon pear adalah pohon yang merangas, jelek dan batangnya bengkok. 
Anak kedua,”Pohon pear adalah pohon yang dipenuhi kuncup-kuncup hijau 

yang menjanjikan’. 
Anak ketiga, “Pohon pear adalah pohon yang dipenuhi dengan bunga-bunga 

yang menebarkan bau yang harum”. 
Anak keempat “Pohon pear adalah pohon yang penuh dengan buah yang matang dan ranum”. 
Di akhir tahun, sang ayah berkata bahwa kepada keempatnya . “Semuanya benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda”. 
Lalu sang ayah berpesan, “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa saja.” 
LIHATLAH PROSES HIDUP SEBAGAI KESATUAN UTUH, ADA SUKA, DUKA, TAWA, TANGIS, SEDIH DAN BAHAGIA 
Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial atau apapun semacamnya. 
Ingatlah, kita berharga di mata TUHAN. 

Tidak ada istilah “nasib sial” bagi Orang Beriman! Kerjakan dengan ikhlas apa yang menjadi bagian kita. 
Jika kita tidak bersabar ketika berada di januari, maka kita akan kehilangan bulan april dan juli yang menjanjikan harapan, lalu secara otomatis pula kita tidak akan menuai hasil di bulan oktober. 
Sahabatku…

“Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar 

yang mengusir kegelapan”. 
Ya… Selalu ada HARAPAN bagi orang yang mau BERUSAHA & BERTAHAN.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Januari 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan

 

Harapan bagi yang berusaha dan bertahan


​Seorang ayah memiliki 4 anak, ayah tersebut meminta anak-anaknya untuk pergi ke hutan melihat sebuah pohon pear dalam kurun waktu yang berbeda. 
Anak ke 1 pada bulan Januari, 

anak ke 2 pada bulan April, 

anak ke 3 pada bulan Juli, 

Anak ke 4 pada bulan Oktober. 
Setelah pulang dari hutan, masing-masing anaknya memberi laporan yang berbeda. 
Anak pertama, “Pohon pear adalah pohon yang merangas, jelek dan batangnya bengkok. 
Anak kedua,”Pohon pear adalah pohon yang dipenuhi kuncup-kuncup hijau 

yang menjanjikan’. 
Anak ketiga, “Pohon pear adalah pohon yang dipenuhi dengan bunga-bunga 

yang menebarkan bau yang harum”. 
Anak keempat “Pohon pear adalah pohon yang penuh dengan buah yang matang dan ranum”. 
Di akhir tahun, sang ayah berkata bahwa kepada keempatnya . “Semuanya benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda”. 
Lalu sang ayah berpesan, “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa saja.” 
LIHATLAH PROSES HIDUP SEBAGAI KESATUAN UTUH, ADA SUKA, DUKA, TAWA, TANGIS, SEDIH DAN BAHAGIA 
Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial atau apapun semacamnya. 
Ingatlah, kita berharga di mata TUHAN. 

Tidak ada istilah “nasib sial” bagi Orang Beriman! Kerjakan dengan ikhlas apa yang menjadi bagian kita. 
Jika kita tidak bersabar ketika berada di januari, maka kita akan kehilangan bulan april dan juli yang menjanjikan harapan, lalu secara otomatis pula kita tidak akan menuai hasil di bulan oktober. 
Sahabatku…

“Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar 

yang mengusir kegelapan”. 
Ya… Selalu ada HARAPAN bagi orang yang mau BERUSAHA & BERTAHAN.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Januari 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan

 

*SEMUA KARENA CINTA*.


​*Renungan bagus*
_*C I N T A*_    
Seorang anak lelaki kurus berjalan sambil menggendong adiknya yg lumpuh di punggungnya.
Melihat itu, seseorg berkomentar prihatin; “Kasihan kau nak. Bebanmu pasti berat!” Lalu anak itu menjawab secara spontan; “Dia bukan beban pak, dia ini saudaraku!”.
Itulah ilustrasi dibalik lirik lagu pop karangan Bobby Scott dan Bob Russel; “He Ain’t Heavy, He’s My Brother.”
Suatu perbuatan yg dipandang sbg beban oleh seseorg, ternyata tidak bagi yg lain. Tergantung alasan untuk apa ia melakukannya, jika ia melakukannya karena rasa cinta, pasti akan berbeda. 
Apakah kekuatan terbesar di hidup ini? Jawabnya adalah : “LOVE” 
Banyak hal yg tampak menjengkelkan, melelahkan dan dihindari orang lain ternyata dapat dilakukan dgn setia oleh pelakunya.
Mengapa? Karena cinta membuat cara pandang mereka berbeda. Merawat suami/istri/anak/orang tua atau anggota keluarga yang sakit. 

Mendampingi anak belajar meski lelah. Mengantar orang tua berobat rutin. Mengerjakan pekerjaan kantor yg menumpuk-numpuk, mengejar target yg diinginkan, merapikan rumah yg selalu berantakan, dll. 
Semua hal diatas akan terasa sbg beban dan berat, namun akan terasa berbeda jika dilakukan………DENGAN PENUH CiNTA

Mari mengawali kehidupan dan aktifitas dengan Cinta.               

»CINTA, Terus Ada Sepanjang Waktu ❤
50 tahun yang lalu …

Ketika ia melamar istrinya, hanya berkata: Percayalah padaku..
40 tahun yang lalu …

Ketika istrinya melahirkan putri pertamanya, ia berkata padanya: Maaf menyusahkanmu..
20 tahun yang lalu …

Hari ketika putri mereka menikah, lengannya merangkul bahu istrinya dan berkata: Masih ada aku..
Tahun lalu …

Hari ketika ia menerima kabar kondisi istrinya kritis, ia berulang kali mengatakan: Aku di sisimu..
Hari ini, istrinya telah pergi …

Dia menahan air mata mencium kening istrinya dan berkata: Tunggu aku..
Sepanjang hidup ini, ia tidak pernah mengatakan kepada istrinya, “Aku mencintaimu”,

Namun cintanya, tidak pernah hilang.
Cinta sejati adalah sebuah tindakan, bukanlah hanya bahasa.

Lebih baik sepenuh hati dengan perbuatan daripada mengatakan “I love you” seratus kali.
*SEMUA KARENA CINTA*.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Januari 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan