RSS

Diuji


Assalamualaikum.. 

Siraman rohani.
Ada org yg diuji dg _*pasangannya*_

Ada org yg diuji dg _*jodohnya*_

Ada org yg diuji dg _*kesehatannya*_

Ada org yg diuji dg _*keturunannya*_

Ada org yg diuji dg _*karirnya*_

Ada org yg diuji dg _*kecantikannya*_

Ada org yg diuji dg _*kesulitannya*_

Ada org yg diuji dg _*rejekinya*_

Ada org yg diuji dg _*kemudahannya*_

Ada juga org yg diuji dg  _*kenikmatannya*_
*Sebenarnya adanya Kenikmatan dan Kesulitan adalah Ujian-Nya*
*JANGAN PIKIR HANYA KITA SEORANG YANG DIUJI OLEH-NYA*

*JANGAN TANYA KEPADA ALLAH*, 

Ya Allah, mengapa harus aku ???

Mengapa semua terjadi padaku ???

Ketika Allah Subhanahu wata’ala memberi beban di pundak, jangan bertanya mengapa kita diberi yang berat

*Tapi mintalah agar pundak kita mampu untuk memikulnya*

Yakinlah akan ada *KEMUDAHAN* setelah *KESULITAN*
Allah memberi kita ujian ini karena Allah mengetahui bahwa kita mampu.

Tetaplah Istiqomah meski Iman kita kadang melemah.

*1. Jangan pernah menghindar,*

*2. Jangan pernah lari,*

*3. Hadapi semua ini dengan Sabar, Usaha, Doa dan Tawakkal.*

*4. Nikmati semua ini dengan Istighfar,*

*5. Pastikan ini kasih sayang Allah dalam bentuk Nikmat yang lain,*

*Insyaa Allah …*
Semangat menyongsong ridlo Nya…
*JANGANLAH PERNAH MEMINTA BEBAN YANG RINGAN, TETAPI MINTALAH BAHU YANG KUAT. INSYAALLAH BISA*
Semoga kita  digolongkan sebagai hamba yang bertakwa.
* RAMADHAN sebentar lagi mohon maaf lahir bathin 🙏

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Mei 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan

 

​“`JANGAN LUPA BERBAGI KALO SUDAH BACA.


=====================
Para dokter di Rumah Sakit Nasional TAIWAN melakukan penemuan terbaru, penyebab utama kerusakan hati adalah tidur terlalu malam & bangun terlalu siang.
Jangan tidur lewat dari jam 22.00 malam, karena malam hari Pk. 23.00 s/d dini hari Pk. 01.00 adalah Proses Pembersihan(detox) di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
Pk. 01.00 s/d 03.00 Proses Pembersihan di bagian Empedu dalam kondisi tidur.
Pk. 03.00 s/d 05.00 Proses Pembersihan bagian Paru-paru. Nah…ini pas waktu bangun untuk tahajud dan tarik napas dalam2 menghirup udara pagi.
Pk. 05.00 s/d 07.00 Proses Pembersihan bagian Usus Besar, sebaiknya Buang Air Besar…
Pk. 07.00 s/d 09.00 Proses Penyerapan Gizi bagi Usus Halus, jadi harus makan pagi.
Begadang & bangun terlalu siang mengacaukan Metabolisme tubuh
Selain itu dari tengah malam s/d Pk. 04 dini hari adalah waktu bagi Sumsum Tulang Belakang utk memproduksi darah.
Kirim ke orang-orang yg kamu sayangi.
PENTING BUAT YG SUKA BEGADANG…
Menurut Dennis G West, pengarang buku Kesehatan Terlaris, hal2 yg harus di perhatikan :
✔Jawablah telepon menggunakan telinga sebelah kiri
✔Jangan minum Obat dengan Air Dingin
✔Jangan makan makanan berat setelah jam 18.00 malam
✔Minum lebih banyak Air Putih di pagi hari, malam lebih sedikit
✔Jam tidur yg Paling Baik jam 22.00 malam sampai jam 03.00 pagi
✔Jangan terlalu cepat berbaring setelah minum obat
✔Ketika Baterai Ponsel tinggal satu jangan angkat telp krn Radiasi meningkat hingga 100 kali.
Bagi ini ke orang-orang terdekat Anda, 
Kebaikan hati tidak pernah merugikan kita. 
Semoga bermanfaat Untuk Kita Semua!!!!

👍👍🇮🇩🇮🇩“`

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Mei 2017 in Kesehatan, Pelajaran Hidup, Pengetahuan

 

 *Bila kita tua*


*Baca deeh…bagus*

Kalau anak² sudah berkeluarga dan meninggalkan kita, *giliran kita untuk kembali memikirkan diri kita sendiri.*
1. *Bila kita tua* …

Luangkan waktu bersama pasangan kita karena salah seorang dari kita akan pergi lebih dahulu dan yg masih hidup hanya mampu menyimpan kenangan yg indah.
2. *Bila kita tua* … 

Akan tiba masanya mau berjalan ke pintu saja susah, sementara masih berkemampuan, jalan²lah ke beberapa tempat untuk mengingatkan kita tentang kebesaran Allah, untuk mengagumi keindahan ciptaan NYA.
3. *Bila kita tua* … 

Jangan susahkan  diri *memikirkan anak² secara berlebihan*. Mereka akan mampu berusaha sendiri. 
4. *Bila kita tua* … 

Luangkan waktu  bersama rekan² lama karena peluang untuk bersama itu akan berkurang dari waktu ke waktu.
5. *Bila kita tua* … 

Terimalah penyakit apa adanya karena semua sama, kaya atau miskin akan melalui proses yg sama, yaitu : lahir bayi, kanak², dewasa, tua, sakit dan mati.
*Nasihat bijak* … 

“Cari kawan yg seperti cermin, kita gembira dia gembira, kita sedih dia ikut sedih. Jangan cari kawan yg seperti duit logam : *depan lain belakang lain*… 

🙏🙏🙏

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Mei 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan

 

​*MAAFMU, MENJADI SEBAB AKU & KAMU MASUK SURGA*


Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya. Di tengah para sahabatnya, tiba-tiba Rasulullah saw. tertawa ringan sampai-sampai terlihat gigi depannya. Umar r.a. yang berada di di situ, berkata, ‘Demi engkau, ayah dan ibuku sebagai tebusannya, apa yang membuatmu tertawa, wahai Rasulullah?’

Rasulullah SAW menjawab, ‘Aku diberitahu bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala mereka di hadapan Allah. Salah satunya mengadu kepada Allah sambil berkata, ‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku’.

Allah SWT berkata, ‘Bagaimana mungkin saudaramu ini bisa melakukan itu, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya?’
Orang itu berkata, ‘Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku dipikul olehnya’.

Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca. Beliau Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis. Lalu, beliau Rasulullah berkata, ‘Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosanya’.

Rasulullah SAW  melanjutkan kisahnya.
Lalu Allah berkata kepada orang yang mengadu tadi, ‘Angkat kepalamu..!!’ Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata, ‘Ya Rabb, aku melihat di depanku ada tempat yang terbuat dari emas dan istana-istana yang terbuat dari emas dan perak bertatahkan intan permata. Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb? Untuk orang jujur yang mana, ya Rabb? Untuk syahid yang mana, ya Rabb?’

Allah berkata, ‘Istana-istana itu diberikan kepada orang yang mampu membayar harganya’.
Orang itu berkata, ‘Siapakah yang bakal mampu membayar harganya, ya Rabb?’

Allah berkata, ‘Engkau mampu membayar harganya’

Orang itu terheran-heran, sambil berkata, ‘Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb?’
Allah berkata…

 ‘Caranya engkau maafkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku’.
Orang itu berkata, ‘Ya Rabb, kini aku memaafkannya’
Allah berkata..

 ‘Kalau begitu, ambil tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu’. 
Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah saw. berkata, ‘Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian saling berdamai, sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin’.
Kisah di atas terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih.
Pekerjaan hati yg nilainya tinggi di hadapan Allah adalah minta maaf, memberi maaf, dan saling memaafkan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Mei 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan

 

*Catatan dari Buku Harian Seorang Ibu…*


*As-salamu alaikum..*
*Bismillah..* Membaca tulisan ini tak terasa Air Mata ini mengalir…. 😭😭😭…

Dulu … Rumahku ini ramai dgn anak²ku…

-Tawa mereka … 

-Tangis mereka …

-Juga pertengkaran di antara mereka …
Buku² berserakan di setiap sudut ruangan rumahku …
Pensil , Baju , Mainan bertebaran diatas lantai dan tempat tidur..
Karena jengkelnya Aku pun berteriak.. : 

” *Cukup*Jangan buat gaduh dan Kekacauan dirumah ini lagi.. !!”.

“Ayo masing² barang nya dibereskan …”.

“Susun rapi kembali di tempatnya…!!”. 
Di Pagi hari menjelang waktu mereka sekolah …

Seorang anakku mengadu..: 

“Mamah … Buku dan Penaku hilang entah dmn.. dan Susuku tumpah mah..”. 

Anak yang Wanita berkata..: 

“Mamah.. mana bedak nya.. “.( sambil me megangi Kakiku dgn cemas mengadu.)

“Mamah… Aku belum

 mengerjakan PR ku..”.
Semua² mereka keluh kan kelalaian mereka masing² … 
*-Saat ini Aku bersama Suamiku sdh Tua …*
*-Anak²ku sudah pada Dewasa …* 
*Aku dan Suamiku ber diri di Depan Pintu kamar Anak² ku.. kami pandangi tempat tidur mereka..*
Masih rersusun Rapi .. Kosong tidak ada lagi yang tidur disana … di lemari hanya ada sedikit Pakaian …

Pakaian masa kecil².. milik mereka …

 

Di Rumah ini sekarang sepi sekali … tidak ada lagi yg tersisa selain.. Aroma Harum Tubuh Anak² ku … 
Yaa .. setiap anak² ku itu memiliki bau yang khas bagiku …
 Aku dan Suamiku menghirup Udara dalam² … 

Bau Tubuh mereka seakan kembali …

Meringankan rs rindu yang menyesak kan Dada kami berdua…
Kenangan² itupun dtg kembali … kala Aku marah pada Seorang Anakku … 

Dia langsung berlari dan memeluk kakiku..:

“Maaf kan aku Mamah /Papah.. “. Rintihnya..
*Tanpa terasa … Air Mata Ku dan Suamiku pun Jatuh menitik..*.

 

Anak² kini mereka sdh hidup Mandiri … 

Hidup di tempat² yang Jauh dr kami.. dengan keluarga masing² ..
Satu persatu.. mereka meninggalkan Rumah dengan Ucapan yang sama…:
*”Jazakillah khairan mamah/papah.. untuk Semua Kebaikan … untuk Semua Kasih sayang Mu …*
Aku tak akan pernah bisa membalas Jasa Mamah/Papah .. Kami hanya mohon Doamu .”.
*Ya ALLAH … ingin rasanya Kami kembali ke Masa Lalu … waktu dimana anak² masih kecil² ….*
Pesanku untuk Mu… semua Wahai Para Orang Tua …
*-Nikmatilah Tangisan ..Rengekan dan Suara Teriakan anak² mu …*

*-Nikmatilah bila Buku² .. Pena .. Mainan² mereka Berserakan dan Bertebaran …*

*-Nikmatilah setiap ketidak Rapian Rumah disebabkan oleh ulah mereka …*
Jangan membentak …

Jangan berteriak …
*Karna semua itu akan menjadi Kenangan manis …*
Kenangan yang indah ..setiap Orang Tua pasti akan mengalami seperti yang kini Ku Alami …

Hari dimana setiap Anak … Satu Persatu akan keluar meninggal kan Rumah Tempat Lahir mereka …

Setiap Satu anak Ku keluar dgn membawa /menyeret Tas / Koper nya … 

Dia ikut serta membawa / menyeret Hati kami Orang Tua.. bersamanya …
– Ku peluk Pintu kamar nya itu setiap Satu Anak pergi …

– Aku memeluk pintu itu karena lututku gemetar …

– Separuh jiwaku seakan Terbang pergi bersamanya …
*Lalu aku kembali mengumpulkan kekuatan Ku …*
Menghadapi sisa hidup sepi yang harus ku jalani ini ….
🙏❤ *KAMI HANYA BISA BERDOA UNTUK KALIAN.. SEMOGA KALIAN BAHAGIA.. BERSAMA CINTA DAN KASIH SAYANG DARI KAMI YANG TULUS INI..* 😥😢😰😭😭

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan, Selingan

 

​AKU MINTA MAAF AYAH


Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil.

Begitulah yang kurasakan, karena selama ini aku merasa bahwa aku telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anakku, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anakku.

Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anakku masih tertidur. Ohhh… aku harus menyediakan makan untuknya.
Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anakku yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.
Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, aku langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam.
Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan….. di sanalah sumber ‘masalah’nya … sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!
Oh…Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anakku yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:
“Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya . Karena aku takut mie’nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainanku … aku minta maaf,ayah … “
Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku, tetapi, aku tidak ingin anakku melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangisku. Setelah beberapa lama, aku hampiri anakku, kupeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.
Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.
Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, aku mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.
Namun… belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal….
Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan, “Aku minta maaf, ayah“.
Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara “pertunjukan bakat” yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu……
Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahuku, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis,aku yakin , jika istriku masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!
Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.
Mereka menelponku dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anakku telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun aku sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anakku lagi, tetapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena aku merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : “Maaf, ayah”. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.
Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah aku mendorong anakku ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya?
Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : “Surat-surat itu untuk ibu…..”.
Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. …. tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: “Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?”
Jawaban anakku itu :
“Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus”. Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan …
Aku bilang pada anakku, “Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Aku berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi…. aku jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur…… ‘ibu sayang’,
Aku sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara ‘Pertunjukan Bakat’ di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut.. Tapi kamu tidak ada, jadi aku tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.
Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencariku, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.
Ibu, setiap hari aku melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Aku pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua,. Tapi bu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan ingat kamu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul?
Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena aku tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istriku .                                         PESAN MORAL :                               kita tidak boleh gegabah dalam menilai anak, yang kerap kali kita tidak mengetahui cara anak mengekspresikan perasaannya dengan sebatas kemampuan berpikir dan tingkat kepolosannya   😪😓😭😭😭

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Mei 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan, Selingan

 

*Suro Diro Joyoningrat Lebur dening Pangastuti*


Inpirasi pagi….

Merupakan suatu ungkapan bahasa jawa yg mempunyai makna filisofis yg amat dalam

Ungkapan tersebut dijadikan suatu motivasi bagi kita dalam menapaki jenjang spiritual yg agung sbg wacana dlm mengarungi samodra kehidupan.
*Suro*= keberanian bhw dlm diri manusia sdh tersimpan benih2 sifat keberanian, terkadang sifat ini bermakna positif atau negatif. Ketika sifat berani lepas kendali mk seseorang bs melakukan kejahatan ke-sewenang2 an dan angkara murka.
*Diro*= kekuatan, seiring dgn keberanian ada pl kekuatan yg di anugerahkan dari Yang Maha Kuasa pd diri manusia baik kekustan lahir maupun bathin yg luar biasa. Sama halnya dgn keberanian jk potensi kekuatan tdk terarah, mk akan lahir sikap angkara murka dan kedurjanaan.
*Joyo*= kejayaan, adalah hasil dr keberanian dan kekuatan baik positif atau negatif. Manakala seseorang sdh mencapai puncak kejayaannya dan lepas kendali nurani yg terjadi adalah seseorang tsb menjadi sombong, congkak,angkara dan jauh dr nilai2 moral dan agama.
*Ningrat*= terpandang atau bergelimangan dgn nikmat dunia. Ningrat bs di artikan sbg kebangsawan ato seorang pejabat yg serba kecukupan dan senantiasa hidup dlm gelimang harta
*Lebur*= hancur, bs diartikan sbg hancur, sirna, tunduk atau menyerah dan kalah
*Dening*= dengan (kt sambung)
*Pangastuti*= kasih sayang, yaitu benih2 kebaikan, baik dalam arti ibadah kpd Tuhan Yang Maha Kuasa atau berbuat baik kpd sesama. Dengan demikian bentuk keangkara murkaan yg bertahta dlm diri manusia akan dpt dihilangkan/dikalahkan oleh sifat lemah lembut, kasih sayang dan kebaikan.
Petuah simbah : *jo sok kumalungkung, ayo do podo tresno tinresnan marang pepodho*
Sugeng makaryo, Berkah Dalem 🙏🙏🙏

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Mei 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan