RSS

Facebook


Ada seorang laki2 desa yg pengen belajar facebook’an trus dia g tau yg harus dilakukan makanya dia SMS temen perempuannya buat ngajarin Facebook,, isi smsnya kurang lebih begini:

Bono : Mar, warahi aq gae fesbuk yoo..
Marni : Oke, kowe wes nang ngarep komp?

Bono : wes, aq yo wes ndue email :D
Marni : Sipppp (y) bukaen, browser firefox, nek ga ngono internet explorer…

Bono : browser ki opo? :/
Marni : klik menu start trus golekono tulisane Internet explorer :)

Bono : trus pye?
Marni : ketik di kotak paling dhuwur, “www.facebook.com” trus enter :)

Bono : oke, trus??? =D
Marni : Lek wes metu gambare, isinen form pendaftaran sesuai yg äϑα ;)

Bono : ngendi ne seng di isi, kok ga ono opo2… :/
Marni : :O mosok, nang layar ono tulisan opo?

Bono : mung tulisan tok, nduwor dewe ono tulisan “The page cannot be displayed” :s
Marni : wah, kliru paling kowe nulis judule… :>

Bono : :/ wes bener kok, http://www.facebook.com
Marni : ehm, mungkin koneksi internetmu mati… 8-|

Bono : opo butuh internet łο :/ ndek omah ga ono internete Mar…?
Marni : WOOOOO KAMPRET (╰_╯). drijiku sampe kriting… tibake ra ono koneksi… ! >:O

Bono : (“╯~╰) Ooo, yo wes, kapan2 ae lek aq nang warnet tak sms neh… suwon yoo… :D
Marni : (=| … podo2, emailmu opo?

Bono : emailku http://www.cahganteng2010@yahoo.com. Iku digaweke kancaku, tapi rung tau tak bukak \=D/
Marni : έέђђ–:/ email kok ono WWW ne ki ріўέ łο 8-|

Bono : WWW ki opo łο…. :/
Marni : (¬_¬”) Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh… 3-|

Bono : Oooaalaaahhh (˘▽ ˘)づ ƴā wes suwun yo Mar…
Marni : . . . . Ndeso tenan . . .

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Maret 2015 in Lucu

 

Tag:


I just used @musixmatch to sing along to We Are Young by Glee Cast #lyrics http://mxmt.ch/t/18453257

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Februari 2015 in Musik

 

REJEKI BANYAK BENTUKNYA


Kemarin hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh.Masih penuh gerobaknya, buah-buah tertata rapi. Kulihat beliau membuka buku kecil, rupanya Al Quran. Beliau tekun dengan Al-Qurannya. Sampai jam 10 hujan blm berhenti. Saya mulai risau karena sepi tak ada pembeli datang.Saya keluar memberikan air minum.“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak ” .. “Mana masih banyak banget.”Beliau tersenyum, “Iya bu, Mudah-mudahan ada rejekinya .” jawabnya.“Aamiin,” kataku.“Kalau gak abis gimana, Pak?”. tanyaku.“Kalau gak abis ya risiko Bu, kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga, mereka juga seneng daripada kebuang. kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.“Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum.“Dikasih kesempatan berdoa juga rejeki, Bu…”“kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.“Berarti rejeki saya bersabar Bu, Allah yg ngatur rejeki Bu, Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, saya jualan rujak belum pernah kelaparan.“Pernah gak dapat uang sma sekali, tau tau tetangga ngirimin mkanan. Kita hidup cari apa Bu, yg penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah & usaha,” katanya lagi sambil memasukan Alqurannya ke kotak di gerobak.“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan, Makasih yaa ,Bu…” Saya terpana, Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rejeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.Saya jadi sadar bahwa rizki hidayah, dapat beribadah, dapat bersyukur dan bersabar adalah jauh…jauh lebih berharga daripada uang, harta dan jabatan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Februari 2015 in Pelajaran Hidup

 

Kehilangan


Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu.

Ia membungkuk & menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok.”

Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank. “Sebaiknya koin in dibawa ke kolektor uang kuno”, kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 dollar.

Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 30 dollar untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dollar untuk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Dalam perjalanan dia melewati perumahan. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu & menawarnya 200 dollar. Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar.

Tiba-tiba seorang perampok datang, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya,

“Apa yang terjadi?

Engkau baik-baik saja kan?

Apa yang diambil perampok tadi?”

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang & pergi kita tidak membawa apa-apa.

Menderita karena melekat. Bahagia karena melepas.

Karena demikianlah hakikat sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini?

Tidak ada, karena bahkan napas kita saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya.

Hidup itu perubahan dan pasti akan berubah.

Saat kehilangan sesuatu kembalilah ingat bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa-apa jadi “kehilangan” itu tidaklah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan  Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke”aku”an. Ke”aku”an lah yang membuat kita menderita.

Rumahku, hartaku, istriku, anakku. Lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak ajak apa-apa dan siapa-siapa.

Pada waktunya “let it go”, siapapun yang bisa melepas, tidak melekat, tidak menggenggam erat maka dia akan bahagia .

Semoga bermanfaat.:)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Februari 2015 in Uncategorized

 

Orang Gatek VS SPG Gatek berbincang di pameran kamputer.


OG : “Mbak. mau nanya dong? ‘ENTER’ itu
maksudnya apa?’

spg dengan sigap menjawab: “Kayaknya untuk
mempercepat program deh Mas”

OG . ‘Mempercepal gimana maksudnya mbak?‘
spg : “Va my cape! kenanya Mas, kalo tulisan
nya ENTAR, khan jadinya lamaaaa!‘

as “Oww, lauya bagl ya Mbak, mbak saya sudah
masuk ke Intrnet Explorer. Kok saya ketik
Facebook.com, ngak keluar apa-apa yah?”

Spg : ‘Lah, didepan nya Mas sudah ngetik www.
Blm“ Mas?‘

CG “Memangnya harus ya Mbak sebenrnya
www itu apa?’

SPG . ‘Eeeehhmmmm .. Apa yaa Pokoknya kalao
mau masuk ke websile memang harus ketik
www gitu Mas. kode permisi gitu lhooh kayak nya
kalau ngak salah singkatan dari
Wassalammualaikum Warohmayullohi
Wabrokaatu..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Februari 2015 in Uncategorized

 

PENUNGGU BUS BERDARAH


Kisah nyata:
Adi sdg dlm perjlnan ke Jakarta dgn bis mlm
Seorg kakek tua naik &  mnawarkan buku2 pd pnumpang
“Bukunya nak? ada mcm2 nih. Buku silat, cinta2an, agama,dll”,
Ujar si kakek.
Adi yg sdg tdk bisa tdr pun tertarik.
“Ada buku horor ga kek?”
“Oh suka cerita horor ya? Kebetulan sisa satu,
pas lg ceritanya. Ttg bis yg ditinggali byk arwah pnasaran.
Judulnya ‘PENUNGGU BIS BERDARAH”
serem bgt pokoknya.”
“Boleh jg tuh brp harganya?”
“Rp95.000, nak”
“Wow, mahal bgt, kek”.
“Ya namanya jg buku Best seller.
Smua yg baca buku ini kbrnya syok loh wkt baca endingnya”,
si kakek promosi ala salesman.
Adi pun mengalah.
Entah knp, pd saat ia serahkan uang tersebut ke kakek,
tiba2 petir menggelegar.
Angin mulai bertiup kencang.
Si kakek turun dr bis, namun tiba2 berhenti &
menolehkan wajahnya pelan2 ke Adi.
“Nak”, ujarnya lirih,
“Apa pun yg terjadi, harap jgn buka halaman terakhir.
Ingat, apapun yg terjadi.
Kalau tdk nanti kamu akan menyesal &
saya tdk mau bertanggung jwb”.
Jantung Adi berdegup kencang.
Saking takutnya, ia sampai tdk mampu
menganggukkan kepala hingga si kakek turun dr bis
& menghilang ditelan kegelapan.
Pd saat tengah mlm, Adi selesai membaca slrh buku tersebut.
Kecuali halaman terakhir.
Dan memang benar spt yg dikatakan si kakek,
buku itu bnr2 menegangkan & menyeramkan.
Bis melaju kencang, hujan turun deras.
Kilat menyambar bergantian,
terdengar suara guruh menggelegar. Adi melihat sekeliling
& trnyt smua penumpang sdh terlelap.
Bulu kuduknya merinding.
“Baca halaman terakhirnya ga ya?”,pikir Adi bimbang.
Antara pnasaran & rasa takut berbaur jd satu.
Di luar mlm tampak makin gelap.
“Ah sdhlah, sekalian aja. Nanggung!”
Dgn tangan gemetar ia pun membuka 
Halamman terakhir buku tersebut secara perlahan.
Dan akhirnya tampak lembaran kosong
dgn sepotong tulisan di bagian pojok kanan atas.
Sambil menelan ludah, Adi membaca huruf demi huruf.

PENUNGGU BIS BERDARAH.
Terbitan CV. Pustaka Buku
Harga pas: Rp 12.500,- . \=D

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Februari 2015 in Uncategorized

 

Imioo 2014 in review


Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 9.300 kali di 2014. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 3 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Desember 2014 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.584 pengikut lainnya.