RSS

*SEMUA KARENA CINTA*.


​*Renungan bagus*
_*C I N T A*_    
Seorang anak lelaki kurus berjalan sambil menggendong adiknya yg lumpuh di punggungnya.
Melihat itu, seseorg berkomentar prihatin; “Kasihan kau nak. Bebanmu pasti berat!” Lalu anak itu menjawab secara spontan; “Dia bukan beban pak, dia ini saudaraku!”.
Itulah ilustrasi dibalik lirik lagu pop karangan Bobby Scott dan Bob Russel; “He Ain’t Heavy, He’s My Brother.”
Suatu perbuatan yg dipandang sbg beban oleh seseorg, ternyata tidak bagi yg lain. Tergantung alasan untuk apa ia melakukannya, jika ia melakukannya karena rasa cinta, pasti akan berbeda. 
Apakah kekuatan terbesar di hidup ini? Jawabnya adalah : “LOVE” 
Banyak hal yg tampak menjengkelkan, melelahkan dan dihindari orang lain ternyata dapat dilakukan dgn setia oleh pelakunya.
Mengapa? Karena cinta membuat cara pandang mereka berbeda. Merawat suami/istri/anak/orang tua atau anggota keluarga yang sakit. 

Mendampingi anak belajar meski lelah. Mengantar orang tua berobat rutin. Mengerjakan pekerjaan kantor yg menumpuk-numpuk, mengejar target yg diinginkan, merapikan rumah yg selalu berantakan, dll. 
Semua hal diatas akan terasa sbg beban dan berat, namun akan terasa berbeda jika dilakukan………DENGAN PENUH CiNTA

Mari mengawali kehidupan dan aktifitas dengan Cinta.               

»CINTA, Terus Ada Sepanjang Waktu ❤
50 tahun yang lalu …

Ketika ia melamar istrinya, hanya berkata: Percayalah padaku..
40 tahun yang lalu …

Ketika istrinya melahirkan putri pertamanya, ia berkata padanya: Maaf menyusahkanmu..
20 tahun yang lalu …

Hari ketika putri mereka menikah, lengannya merangkul bahu istrinya dan berkata: Masih ada aku..
Tahun lalu …

Hari ketika ia menerima kabar kondisi istrinya kritis, ia berulang kali mengatakan: Aku di sisimu..
Hari ini, istrinya telah pergi …

Dia menahan air mata mencium kening istrinya dan berkata: Tunggu aku..
Sepanjang hidup ini, ia tidak pernah mengatakan kepada istrinya, “Aku mencintaimu”,

Namun cintanya, tidak pernah hilang.
Cinta sejati adalah sebuah tindakan, bukanlah hanya bahasa.

Lebih baik sepenuh hati dengan perbuatan daripada mengatakan “I love you” seratus kali.
*SEMUA KARENA CINTA*.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Januari 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan

 

_*SEMAKIN TINGGI ILMUNYA, SEMAKIN SEDIKIT MENYALAHKAN ORANG LAIN*_


​_Allah maha besar… knapa tulisan ini belum pernah terbaca oleh ku..

~~~~~~~~~~~~~~~

Sewaktu baru kepulangannya dari Timur Tengah, Prof. DR. Hamka, seorang tokoh pembesar ormas Muhammadiyyah, menyatakan bahwa Maulidan haram dan bid’ah tidak ada petunjuk dari Nabi Saw., orang berdiri membaca shalawat saat Asyraqalan (Mahallul Qiyam) adalah bid’ah dan itu berlebih-lebihan tidak ada petunjuk dari Nabi Saw.
Tetapi ketika Buya Hamka sudah tua, beliau berkenan menghadiri acara Maulid Nabi Saw saat ada yang mengundangnya. Orang-orang sedang asyik membaca Maulid al-Barzanji dan bershalawat saat Mahallul Qiyam, Buya Hamka pun turut serta asyik dan khusyuk mengikutinya. Lantas para muridnya bertanya: “Buya Hamka, dulu sewaktu Anda masih muda begitu keras menentang acara-acara seperti itu namun setelah tua kok berubah?”
Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya, dulu sewaktu saya muda kitabnya baru satu. Namun setelah saya mempelajari banyak kitab, saya sadar ternyata ilmu Islam itu sangat luas.”
Di riwayat yang lain menceritakan bahwa, dulu sewaktu mudanya Buya Hamka dengan tegas menyatakan bahwa Qunut dalam shalat Shubuh termasuk bid’ah! Tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Saw. Sehingga Buya Hamka tidak pernah melakukan Qunut dalam shalat Shubuhnya.
Namun setelah Buya Hamka menginjak usia tua, beliau tiba-tiba membaca doa Qunut dalam shalat Shubuhnya. Selesai shalat, jamaahnya pun bertanya heran: “Buya Hamka, sebelum ini tak pernah terlihat satu kalipun Anda mengamalkan Qunut dalam shalat Shubuh. Namun mengapa sekarang justru Anda mengamalkannya?”
Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya. Dulu saya baru baca satu kitab. Namun sekarang saya sudah baca seribu kitab.”
Gus Anam (KH. Zuhrul Anam) mendengar dari gurunya, Prof. DR. As-Sayyid Al-Habib Muhammad bin Alwi al-Maliki Al-Hasani, dari gurunya Al-Imam Asy-Syaikh Said Al-Yamani yang mengatakan: “Idzaa zaada nadzrurrajuli wattasa’a fikruhuu qalla inkaaruhuu ‘alannaasi.” (Jikalau seseorang bertambah ilmunya dan luas cakrawala pemikiran serta sudut pandangnya, maka ia akan sedikit menyalahkan orang lain).
Semakin gemar menyalahkan orang semakin bodoh dan dangkal ilmunya, semakin Tinggi ilmu seseorang maka semakin tawadhu (rendah hati), carilah guru yang tidak pernah menggunjing dan mengkafirkan siapapun.
🌼 _Hal ini sama seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk, itulah peribahasa yang sering kita dengar. Yang memiliki arti, orang berilmu yang semakin banyak ilmunya semakin merendahkan dirinya. Tanaman padi jika berisi semakin lama akan semakin besar. Jika semakin besar otomatis beban biji juga semakin berat._🌼
_Jika sudah semakin berat, maka mau tidak mau seuntai biji padi akan semakin kelihatan merunduk (melengkung) kearah depan bawah. Karena batang padi sangat pendek, strukturnya berupa batang yang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang. Jadi tidak sebanding dengan beban berat biji padi yang semakin lama semakin membesar. Berbeda dengan biji padi yang kosong tidak berisi, walaupun kelihatan bijinya berbuah banyak karena tidak berisi maka seuntai biji padi tersebut akan tetap berdiri tegak lurus._

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰 (Copas dari grup sebelah, semoga bermanfaat)🙏🙏🙏

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Januari 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan

 

​*K E C E L I K* 


KH. Saerozi bercerita soal tiga orang yang *_kecelik_*.

_Kecelik_ adalah istilah Jawa yang digunakan utk mengungkapkan sesuatu yang sangat diharapkan, akan tetapi hasilnya mengecewakan.

 

*1. KECELIK YG PERTAMA*
*_Orang yang ingin mulia dengan ngetok-ngetokno keapikane … iku kecelik_*. 

“Sebab keapikan iku lek diketokno ora nggarai apik. Justru nggarai élék,’’ tuturnya. Sebaliknya, keapikan kalau ditutupi, akan semakin kelihatan baik.

 

’’Sampean kenalan karo wong. Sampean takoni jenenge sopo? Kok deweke jawab, *_Kulo almukarrom kiai haji Sholeh_* … Yo malah diguyu. Kok ora ditambahi almarhum pisan,’’ ucapnya disambut tawa jamaah.

 

_Pelok_, isi buah mangga,… jika ditanam di tanah dalam-dalam, justru akan menumbuhkan pohon dan buah. ’’

Coba pelok iku delehen nduwur mejo. Yo sido garing,’’ tambahnya. 

 

’’Makanya ada maqolah, *_Kun ardlon fî qodaminnâs_* … Jadilah kamu bumi bagi kaki-kaki manusia,’’ tuturnya. ’

*”Bumi itu di bawah. _Yo diinjak-injak. Yo diidoni_ …Tapi regane tambah suwi tambah larang. Padahal bumine ora lapo-lapo”,* ucapnya kembali disambut ger-geran jamaah.

 

Makanya jika ngelakoni apik, sebaiknya disembunyikan atau ditutupi. 

*_Attawâdlu’u lâ tazîdu illâ rif’ah_* (Wong tawadlu’ akan semakin mulia).

’’Orang yang berbuat baik dengan diketok-ketokno iku biasane gak eroh (tidak tahu)  dalane berbuat apik. Utowo gak biasa ngelakoni apik,’’ jelasnya.

 

*2. KECELIK YG KEDUA* 
*_Orang yang ingin kaya dengan enggan bersedekah. Bayangane duwek akeh iku lek disimpen … iku kecelik._*

Duwek akeh iku lek disedekahno. *_Asshodaqotu lâ tazîdu illâ katsrotan_*.

 

Setiap malam malaikat turun mendoakan orang-orang yang sedekah, *”Ya Allah, gantilah yang lebih banyak kepada orang-orang yang sedekah*”.

 

’’Saya kemarin di Kediri ketemu konco yang setiap tahun gurune diberi motor. Saya tanya  kok iso ngono?’’ kata Kiai Saerozi.
Salah satu pengurus cerita, awalnya dia hanya memberi satu motor. Lha kok rezekine tambah akeh tambah akeh. Akhire motor yang diberikan terus bertambah. ’’Kemarin yang dibagikan sudah 11 motor,’’ bebernya.

 

*Uang sesungguhnya adalah pembantu.* ’’Kalau disedekahkan, uang itu hidup. Golekno pahala sing sedekah,’’ jelasnya. Misalnya uang itu dipakai mbayari guru ngaji. Maka orang yang sedekah dapat pahala ngajar ngaji tanpa susah payah ngajar ngaji.
Sebaliknya, kalau hanya disimpan, *uang itu turu*. 

“Sampean seneng endi duwe pembantu turu karo pembantu sing kerjo?’’ ucap Kiai Saerozi.

 

*Orang yang medit (uangnya disimpan), sebenarnya loman.* Sebab harta yang disimpannya, ketika meninggal, *_seluruhnya akan dinikmati pewarisnya_*, kata Kiai Saerozi.

Sebaliknya, orang yang suka *sedekah*, sebenarnya *pelit*. *_Karena semua yang disedekahkan, kelak akan ia nikmati sendiri di akhirat._*

 

*3. KECELIK YG KETIGA* 
*_Orang mengira bahwa jagoan adalah yang bisa mengalahkan semua musuh … iku kecelik._*

Sebab musuh sing dikalahno, duwe bolo, duwe konco, duwe keluarga. 

*”Masio kalah, koncone, bolone, keluargane pasti balas dendam. Musuhe tambah akeh”* , tuturnya.

 

Menang yang sejati, kata Kiai Saerozi, adalah *dengan memaafkan*.
*_Al ‘afwu lâ tazîdu illâ ‘izzan_*. (Memaafkan akan menambah kemenangan).

 

*’’Musuh disepuro dadi bolo, dulur ora disepuro dadi musuh”*, tegasnya.

Misalnya musuhan dengan tetangga kanan rumah. Ora gelem nyepuro, maka lewat depan rumahnya pasti segan. Musuhan dengan tetangga kiri rumah. Ora mau nyepuro, lewat di depannya pasti juga segan. ’’Akhire ngiri buntu, nganan yo buntu. Padahal asline ora buntu. Sing mbuntu atine dewe,’’ jelasnya.

 

Kalau punya musuh, mau ngapain juga pasti susah. ’’Mau masuk musholla kok di dalamnya ada musuhe. Pasti tidak mau masuk. Ora dikipatno ngipat-ngipat dewe”, ucapnya disambut ger-geran jamaah.

 

’’Mau naik angkot kok di dalam ada musuhe. Pasti ora sido naik,’’ tambahnya.

 

Makanya yang paling baik adalah memaafkan. 

*”Jagoan sejati iku nyepuroan (pemaaf)”*

_”Ngeluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake”._
Agar antar anak tidak ada permusuhan, orang tua diminta tidak mbedak-mbedakno, iki anak emas … ini anak bukan emas.

*_Tidak boleh membanding-bandingkan kelebihan anak di hadapan anak yang lain. Sebab kalau sudah tali silaturrahim putus, maka tali hubungan dengan Allah juga putus._* 

_”Kajio bendino (kasarane) kalau hubungan dengan sanak keluarga ora apik, percuma”,_ tegasnya.  
🙏

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Januari 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan

 

*”BERITA BAIK BUAT PARA LANSIA -SENAM LIDAH”*


​*KISAH NYATA*

♻♻♻♻♻

♻♻♻♻♻
*”BERITA BAIK BUAT PARA LANSIA”*

*Klo msh muda tlg sampai kan ke ortu qta…*
*Aku adalah seorang yang sudah tua.*

*Di usia seperti aku ini, pasti banyak menyandang sakit-penyakit, tapi yang paling menguatir kan aku adalah terkena penyakit Alzeimer (kehilangan ingatan).*
*Bukan saja tidak bisa mengatur/merawat diri, bahkan merepotkan n menyusahkan sanak keluarga.*
*Suatu hari, anakku pulang ke rumah, memberitahu aku (bahwa ia mempunyai teman seorang dokter, mengajarinya satu seri gerakan SENAM LIDAH. Senam lidah tidak cuma bisa mencegah Alzeimer, juga bisa menurunkan / memperbaiki:* 
*1–Berat Badan*

*2–Hypertansi*

*3–Penyumbatan*

      *Pembuluh Darah Otak*

*4–Asthma*

*5–Rabun jauh*

*6–Telinga mendengung*

*7–Infeksi Tenggorokan*

*8–Infeksi Pundak*

*9–Insomia (sulit tidur ), dll.*
*Anakku mengajariku, gerakannya sangat mudah, cukup dengan setiap pagi setelah membasuh muka di depan cermin,*

*1–JULURKAN LIDAH n MENARIK KEMBALI sebanyak 10x,*
*Selanjutnya* 

*2–JULURKAN LIDAH, lalu gerakan ke kanan n ke kiri sebanyak 10x,*
 *Hanya itu saja…*
*Sejak itu aku melakukan senam lidah setiap hari, terus-menerus, lebih dari setahun n membuahkan hasil yang baik, tidak hanya otak menjadi lebih jernih dan segar, ttpi :*

 

*1–Rabun Jauh, Kepala suka Pusing juga hilang n juga memperbaiki Problem Pencernaan*
*2–Tidak Mudah Pilek, dll*

*Yang selama ini aku derita, semuanya menjadi lebih meringankan…*

*Badan menjadi lebih gesit n lincah.*
*CATATAN REDAKSI :*
*Senam Lidah mencegah Alzheimer ada dasar nya*, 
*Dari penelitian Ilmu Ke dokteran, syaraf lidah berhubungan dengan Otak Besar.*

*Saat badan kita menjadi tua dan lemah,*

*Tanda² yang muncul terlebih dahulu adalah lidah menjadi kaku n kadang lidah suka tergigit sendiri.*
*Maka, sering menggerakan lidah dengan Senam Lidah, akan* 

*Men”Stimulasi” ( memberi kejutan positive ke ) Otak Besar,*
*2–Mencegah Otak Mengecil*
*3–Mencapai tujuan menyehatkan Tubuh kita.*
*Kami sarankan kepada semua teman² kami yang sudah Lanjut Usia maupun yang masih muda agar dengan rutin setiap hari melakukan senam lidah*.
_*Senam Lidah ketepatan Hasilnya 95%….100%*_
*Alangkah Bahagianya Kita bisa berbagi kepada banyak orang.*
*Senam lidah juga bermanfaat utk mengetahui gejala “stroke/pian sui”.*
_*Kalau lidah sulit utk dijulurkan, atau digerakan ke kiri/kanan; itu berarti ada gejala stroke ringan.*_
_*Lebih baik lagi dibarengi dengan menarik kuping kiri/kanan*._
*Selamat mencoba*

*Salam sehat selalu…!!*
*SEMOGA BERMANFAAT*
*TOLONG SEBAR LUASKAN KEPADA PARA KERABAT DAN SAHABAT*

*SEMOGA JADI BERKAH UTK SESAMA…*
*”Info dri group FOKOMA UGM Jogja”*

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Januari 2017 in Kesehatan, Pengetahuan

 

​Obat Penawar Derita


Alkisah, ada seorang ibu muda yang sudah berhari-hari tidak makan, hingga tubuhnya semakin kurus saja. Seorang tabib tua memeriksa denyut nadinya, lalu berkata: “Anda memendam begitu banyak masalah dalam hati Anda, sehingga badan menjadi lemah. Karena sebenarnya Anda tidak memiliki penyakit yang parah.”

Setelah mendengar diagnosis sang tabib, ibu muda itu merasa sangat lega seperti terlepas dari beban berat. Kemudian, ibu muda itu pun menceritakan semua masalahnya pada sang tabib. Tabib tua pun bertanya, “Bagaimana perasaan suami Anda terhadap Anda?”
Si ibu muda menjawab dengan tersenyum, “Sangat menyayangi saya.” Tabib tua bertanya lagi, “Apakah punya anak?” Dengan penuh ceria si ibu muda menjawab, “Ada, seorang putri, sangat pengertian….”
Selagi tadi bertanya, sang tabib pun menuliskan sesuatu. Setelahnya, ia memperlihatkan tulisannya di dua kertas pada si ibu muda itu. Lembar yang satu bertuliskan masalah si ibu muda, dan lembaran yang lain berisikan sukacita si ibu muda.
Kemudian, sang tabib berkata pada si ibu muda, “Kedua kertas ini adalah resep obat untuk penyakit Anda, Anda mencatat semua masalah yang Anda hadapi, dan melupakan sukacita di sekitar Anda.”
Sambil berkata begitu, sang tabib tua menyuruh muridnya membawakan sebaskom air dan tinta. Setelah itu, sang tabib meneteskan tinta hitam ke dalam air yang jernih. Terlihat warna hijau muda dari tetesan tinta yang mulai menyebar ke seluruh permukaan air.
Dan dalam sekejap, tinta itu tak terlihat lagi. Sang tabib berkata lagi, “Ketika tinta hitam masuk ke dalam air, warnanya akan memudar. Bukankah kehidupan kita juga begitu?”
Sering kali beban penderitaan yang begitu berat kita rasakan, lebih dikarenakan diri kita sendiri yang terlalu terpaku pada masalah-masalah yang ada dan melupakan sukacita yang ada di sekitar kita. Cobalah belajar untuk mencampurkan sedikit demi sedikit penderitaan pada air kehidupan yang jernih, luas, dan berisi sukacita kita. Dengan begitu, beban hidup kita akan terasa lebih ringan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Januari 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan

 

Memang Sudah Jodohnya


Cowok: “Dik, nama kamu siapa”

Cewek: “Indah Wulaning Ati Kristina Paramita Erni Yekti”

Cowok: “Waduh….panjang amat, kalau nama panggilannya”

Cewek: *”Iwak Peyek”*

Cowok: “?????…”
Cewek: “Lha, kalau mas sendiri namanya siapa?”

Cowok: “Seto Gondo Jayadi Agung”

Cewek: “Waw.. nama yang keren, trus aku manggilnya siapa mas?”

Cowok: *”Sego Jagung”*

Cewek: “We..lha..dalah..,

Ternyata kita berjodoh mas.., *iwak peyek sego jagung”*
:D:D:D:D

🏃🏃🏃🏃

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Januari 2017 in Lucu, Pengetahuan

 

​*RASA NIKMAT*


Pagi ini melihat simbok penjual sayur menyruput teh… nampak nikmat sekali… setelah puas ditutupnya kembali cangkir blirik ijo…  

Aku belajar….

Ternyata  pada akhirnya semua rasa itu sama…  

Secangkir teh blirik itu hanyalah 2000 rupiah. Namun simbok begitu menikmatinya.. tdk beda dg nikmatnya teh yg dibeli  di cafe atau resto mahal.
Seberapa lama teh itu nikmat…? 

Hanyalah sepanjang perjalanan sampai di tenggorokan… setelah itu rasanya lenyap. Tak beda dg minuman semahal apapun
Begitu pula nikmat2 yang lain…, ketika tidur di kasur yang empuk ataupun tikar, ketika mata terpejam, kita tak bisa membedakan saat ini tidur di mana.. nikmatnya kasur empuk hanyalah terasa sampai mata ini terpejam dan kesadaran yg perlahan hilang. 

Dan biasanya org yang bahagia, mau tidur di kasur empuk atau tikar tetaplah bisa tidur..
Begitu pula tentang sebuah penderitaan. Sewaktu melakukan perjalanan Malang-Surabaya, saat tdk mendapat tempat duduk di bis… pegel2 kaki ini… dan baru dpt tempat duduk, 10 menit menjelang turun. Rasanya penderitaan 2 jam sebelumnya tidak terasa lagi. Nikmaaatt sekali 10 menit ini. Namun senikmat apapun, saat kondektur bilang “Surabaya terakhir Surabaya terakhir…” maka tanpa pikir panjang atau berat hati saya berdiri.. Kursi saya tinggalkan. Tak terpikir utk membawa kursi bis. 

Entah esok akan dapat kursi lg atau tidak.. pokoknya kursi saya tinggalkan.
Begitu pula dg kursi jabatan.. saatnya selesai, tinggalkan kursi dg senang hati
Ternyata kehidupan itu hanyalah tentang rasa… dan segala rasa hanyalah sebentar dan akan berganti rasa yang lain. 
Tak usahlah bertahan pada satu rasa… entah itu bahagia atau derita.. semua hanya sementara. 
Maka pada hatiku ini aku berpesan …

Apapun rasa yang hadir padamu saat ini… nikmati sajalah.. krn semua hanya sementara… 
Nikmatilah hidup ini dan berusahalah sebaik mungkin agar diri kita menjadi kenangan yang indah bagi semua orang….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Januari 2017 in Pelajaran Hidup, Pengetahuan