RSS

Mahalnya Sebuah Paradigma

04 Mar

Seorang Wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng Suaminya yang
berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan
berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University

Sesampainya di sana sang sekretaris Universitas langsung mendapat
kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin
ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di
Cambridge..

“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.. “Beliau
hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat. “Kami akan menunggu,”
jawab sang Wanita. Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka,
dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat
dan pergi.

Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya
memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya. “Mungkin jika
Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya
pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang
sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia
melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar
kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard,
dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata
padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di
Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi
setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin
mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini,
bolehkah?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap. Sang Pemimpin
Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah.

Dia tampak terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar,”Kita tidak bisa
mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal.
Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.” “Oh,
bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin
mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk
Harvard.” Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas
pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak,
“Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian
perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik
Harvard.” Untuk beberapa saat…..sang wanita terdiam.Sang Pemimpin
Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.

Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya
sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita
buat sendiri saja?” Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard
menampakkan kebingungan……

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan
perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah
Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk
seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard…

Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu
Universitas favorit kelas atas di AS.

Pesan Moral : Kebanyakan diantara kita, seperti Pimpinan Harvard itu,
acap silau oleh Baju sehingga Lalai untuk mau Mendengar apalagi
Melayani. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya
kadang sangat tak ternilai.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Maret 2010 in Pelajaran Hidup

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: