RSS

Oli, Pelicin Yang Membuat Mobil Anda Kian Terawat

08 Mar

BANYAK pemilik mobil menganggap penggantian oli hanya sebagai rutinitas biasa. Padahal, seharusnya mereka lebih peduli dengan urusan ini. Pasalnya, oli memiliki fungsi yang vital bagi mesin mobil. Sebagai pelumas, oli melumasi seluruh komponen bergerak yang ada di dalam mesin, sehingga mencegah terjadinya gesekan langsung antar komponen-komponen tersebut.

Selain itu, oli punya peranan penting lainnya. Teknologi yang berkembang membuat pelicin ini berperan melindungi mesin dari karat, mendinginkan suhu di mesin dan membersihkan serta menutup celah pada dinding mesin. Alhasil, semakin bagus kualitas olinya akan semakin berpengaruh bagus pada kinerja serta keawetan mesin.

Oleh karenanya, pemilik mobil harus pandai memilih oli yang pas buat mesin mobilnya. Berbicara soal oli, ada dua golongan besar oli berdasarkan bahan bakunya, yakni oli mineral dan oli sintetis. Salah satu ciri oli mineral biasanya cepat menguap. Pasalnya, oli mineral dibuat dari hasil pengolahan minyak bumi. Yang pasti harga oli mineral jauh lebih murah dibandingkan oli sintetik. Lantaran, bahan baku oli sintetik yaitu senyawa poly alpha olefin lebih tahan terhadap panas. Alhasil, umur oli sintetik juga lebih lama bila dibandingkan oli mineral. Meski oli mineral masih banyak dipakai, banyak distributor oli kini gencar menjajakan produk oli sintentis, baik yang semi sintetis atau full sintetis.

Selain dari bahan bakunya, oli juga dibedakan dari kekentalannya. Dalam kemasan oli, baik kaleng maupun botol biasanya ada kode-kode seperti SAE 40, SAE 90 atau SAE 10W-50 dan seterusnya. SAE merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers, suatu perkumpulan ahli mesin swasta di Amerika Serikat yang ditunjuk membuat standar kekentalan oli yang berlaku di seluruh dunia. Semakin tinggi angka yang tercantum di belakang SAE, maka kekentalan si oli tersebut semakin tinggi pula.

Misalkan, SAE 10W-50. Artinya, oli tersebut mempunyai kekentalan yang dapat berubah saat mobil melaju. W merujuk pada kata winter, sehingga kalau diterjemahkan kira-kira oli tersebut memiliki tingkat kekentalan 10 saat suhu dingin dan tingkat kekentalan 50 ketika suhu sedang panas-panasnya.

Satu kode lagi yang tercantum di kemasan adalah API (American Petroleum Institute). Lembaga ini berwenang mengeluarkan sertifikat kualitas dari produk oli. Biasanya, API diikuti oleh huruf S yang menandakan pelumas untuk mesin bensin. Sedangkan huruf kedua menunjukkan nilai mutu oli. Semakin mendekati huruf Z, mutu oli semakin baik.

Setelah mengetahui peranan penting oli dalam menjalankan sebuah mesin, maka satu hal yang wajib menjadi perhatian pemilik mobil adalah mengetahui jenis oli yang akan digunakan. Tak ketinggalan, pemilik mobil harus tahu kapan waktu yang tepat mengganti si pelicin mesin mobil. Jangan sampai gara-gara telat mengganti oli, mesin mobil Anda menjadi gampang panas akibat gesekan antar komponennya tidak dilindungi si pelumas nan licin itu.

Agar mesin mobil awet, perhatikan kumpulan tips berikut:

* Biasanya, buku manual yang dikeluarkan produsen mobil sudah memuat berbagai informasi tentang oli yang sebaiknya Anda pakai. Biar aman, gunakan selalu oli mesin yang direkomendasikan pabrikan mobil anda. Pada buku manual pasti mencantumkan spesifikasi minimal oli mesin. Yakni, mulai dari tingkat kekentalan sampai volume minimal yang harus dikonsumsi mesin mobil untuk jangka waktu tertentu.
* Jangan lupa, gantilah oli mesin sebelum batas maksimum jarak tempuh yang diperbolehkan. Jangan sampai melewatinya karena semakin lama digunakan, oli akan menjadi kotor dan berkurang tingkat kekentalannya. Kalau dibiarkan akan membahayakan mesin.
* Bila dalam kesehariannya mobil Anda harus melewati rute-rute yang sering terjadi kemacetan dan berdebu, ada baiknya mengganti oli mesin mobil lebih cepat dari jarak tempuh yang seharusnya. Meskipun begitu, walau mobil yang Anda miliki jarang dipakai dan hanya dinyalakan mesinnya untuk pemanasan setiap hari, Anda tetap tak boleh lupa mengganti oli mesinnya. Sekedar catatan, mobil yang tidak banyak digunakan akan membuat oli malas bekerja. Buntutnya, oli justru mengendap di dasar mesin. Sebaiknya lakukan penggantian oli setelah enam bulan untuk mobil yang tidak pernah digunakan.
* Jangan pernah tergoda untuk membeli oli mesin dengan harga yang sangat miring dibanding harga pasaran. Ada kemungkinan oli tersebut adalah oli oplosan alias palsu. Bukannya melindungi, oli palsu ini justru bisa merusak mesin mobil anda. Beli saja di bengkel dan dealer resmi atau SPBU yang memang menjual produk asli oli mesin mobil anda.

Sebagai tambahan, periode penggantian oli juga bisa dijadikan patokan untuk mengganti suku cadang kendaraan yang lain, misalnya saringan oli (oil filter). Wajarnya, penggantian saringan ini dilakukan setelah tiga kali ganti oli atau setiap jarak tempuh sekitar 10.000 km. Penggantian saringan ini sama pentingnya dengan penggantian pelumasnya. Soalnya, saringan oli berfungsi untuk menyerap atau menyaring kotoran-kotoran dalam oli tersebut. percuma olinya segar kalau filternya usang.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Maret 2010 in Tips

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: