RSS

Cerita Kambing Vs Singa

31 Mei

Ada sebuah cerita menarik yang bisa dijadikan bahan dongengan untuk anak-anak kita kelak. Selain itu cerita ini juga bisa kita jadikan sebagai bahan renungan dan instrospeksi untuk diri kita sendiri. Begini ceritanya :

Di dalam sebuah hutan, ada seekor induk singa yang sedang melahirkan anaknya. Singkat cerita, anak singa tersebut berhasil lahir ke dunia ini dengan selamat tak kurang suatu apa. Berbeda dengan anaknya yang begitu lahir ke dunia ini langsung lincah dan sehat, Si induk justru lemah dan tak berdaya. Ternyata proses perjuanganya melahirkan anaknya telah menguras seluruh energi yang dimilikinya. Ketakberdayaannya itu terus berlanjut sehingga mengakibatkan sang induk akhirnya meregang nyawa, meninggal dunia. Walhasil, anak singa itu kini hidup sendiri tanpa orangtua yang membimbingnya. Tak jauh dari sana, rupanya ada serombongan kambing yang sedang lewat. Induk kambing berserta beberapa anaknya tahu bahwa anak singa itu kini telah kehilangan induknya. Akhirnya sang induk kambing mengajak anak singa itu untuk hidup bersama mereka.

Anak singa hidup damai bersama-sama dengan kambing-kambing lainnya yang telah dia anggap seperti saudara sendiri. Mereka saling mencintai layaknya saudara kandung. Diapun tumbuh seperti anak-anak kambing, kalau mereka belajar mengembik, si anak singapun juga belajar mengembik. Pokoknya semua yang diajarkan oleh induk kambing dia serap begitu saja yang pada akhirnya membuat anak singa itu tumbuh persis seperti kambing, hanya badannya saja yang berbentuk singa, sedangkan perilaku dan kepribadiannya adalah seperti kambing.

Suatu hari rombongan anak kambing dan induknya itu sedang terancam. Di hadapan mereka ada seekor serigala yang siap menerkam induk kambing itu. Anak-anak kambing sembunyi karena merasa ketakutan musuh mereka tak seimbang dengan mereka. Akhirnya sang induk kambing berteriak kepada anak singa “hai anak singa, mengaumlah..lawan serigala itu dengan aumanmu.. teriaklah , agar aumanmu menakuti singa itu ..” . Si anak singa yang disuruh induk kambing untuk mengaum meski takut tapi dai berusaha mengeluarkan suaranya. Tapi yang keluar bukan suara auman seperti suara singa pada umumnya, melainkan suara “Mbeeekkk….” seperti kambing. Dia berteriak lagi dan yang keluar tetap sama seperti itu.

Sang serigala yang tadinya siap menerkam induk kambing sempat kaget karena dihadapannya ada seekor singa. Tetapi setelah dia tahu suara yang keluar dari mulut singa itu adalah suara kambing bukan seperti auman singa maka rasa takutnya pun hilang “ah..hanya seekor kambing rupanya” Batinnya. Si anak singa terus berusaha mengeluarkan suaranya yang tetap seperti suara kambing itu. Sementara anak-anak kambing dan induknya lari menjauh. Namun malang, ternyata ada 1 anak kambing yang tertangkap dan tewas menjadi mangsa sang serigala . Induk kambing menyelahkan anak singa “seharusnya kamu anak singa bisa membela kami, kamu kan lebih kuat dari kami “ . Namun si anak singa hanya terdiam tak mampu berbuat apa-apa.

Di lain hari, datang seekor singa yang akan memangsa serombongan kambing dan induknya itu. Kontan mereka semua berlarian, namun sayang induk kambing tertangkap. Melihat induk kambing yang sudah dianggap sebagai induknya sendiri, si anak singa merasa kasihan, dia pun maju menyerang singa tersebut. Singa kaget dan melepaskan cengkeramnya dari tubuh induk kambing. Tapi betapa kagetnya singa dewasa kita melihat anak singa bukan mengaum tapi malah mengembik seperti kambing.

Si singa heran mengapa anak singa ini menjadi seperti kambing seperti itu. “Hai..mengaumlah anak singa jangan mengembek seperti itu..” Katanya menyeru anak singa. Tetap saja si anak singa tak bisa mengaum. Akhirnya si singa mengajak anak singa itu ketepi sebuah danau. Di sana dia perlihatkan bayangan tubuh keduanya yang terpantul dari air danau “Coba lihat itu.. tubuhmu itu sama dengan tubuhku, kamu itu singa bukan kambing..”. Si anak singa terperanjat kaget, dia baru menyadari bahwa dirinya adalah anak singa, si raja hutan. Bukanlah anak kambing. “Ayo aku tunjukkan padamu, bagaimana menjadi singa sejati..” Kata induk singa kepada anak singa itu. Karena anak singa sudah sadar bahwa dirinya adalah seekor singa, binatang yang paling ditakuti dan disegani di hutan, maka kemudian dia belajar menggunakan kekuatannya dengan sebagaimana mestinya sehingga dia bisa mengaum seperti layaknya singa sesungguhnya.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita itu adalah, betapa banyak diantara kita yang seringkali kurang menyadari potensi sesungguhnya yang ada dalam diri kita. Tak sedikit bahkan orang-orang yang termasuk kategori terpelajar (berpendidikan tinggi) pun bersikap seperti kambing tersebut kurang lebih bisa dikatakan under estimate. Padahal kemampuan yang dimiliki sebenarnya jauh diatas kemampuan yang kita kira. Sungguh sayang jika kita tak memanfaatkannya sesuai dengan kapasitas yang kita miliki.

Allah telah menciptakan batas kemampuan diri kita, ada yang bersikap under estimate namun ada pula yang over estimate. Namun sayang, kadang kita sendiri tidak tahu seberapa besar batas kemampuan yang kita miliki itu. Kita membutuhkan seseorang layaknya sang induk singa yang mau menunjukkan potensi sesungguhnya yang kita miliki. Mari kita gali potensi yang ada dalam diri, dan berbuat maksimal sesuai potensi yang kita miliki !

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Mei 2010 in Pelajaran Hidup

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: