RSS

Mengatasi Rasa Takut Kehilangan Uang

14 Jun

Perbedaan utama antara orang kaya dengan orang miskin adalah cara mereka mengatasi itu.

(Robert T. Kiyosaki)

Keterangan :

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang senang akan kehilangan uang, namun juga tidak ada orang kaya yang tidak pernah kehilangan uang. Sebaliknya banyak orang miskin yang tidak pernah kehilangan serupiah pun karena sebenarnya mereka tidak pernah berinvestasi atau berbisnis sama sekali.

Ketakutan akan kehilangan uang adalah Riil. Setiap orang mempunyai rasa takut, bahkan orang kaya pun takut. Bedanya, karena ketakutan tadi, orang miskin berhenti bertindak. Orang kaya, karena ketakutan tadi mereka akan berhati-hati tetapi tetap bertindak.

Solusi mengatasi rasa takut kehilangan uang menurut Robert Kiyosaki adalah jika kamu membenci risiko dan karenanya merasa cemas….mulailah dari dini.

Jika anda mulai saat muda, mudahlah untuk menjadi sangat kaya. Dikatakan oleh Albert Einstein bahwa salah satu keajaiban dunia adalah bunga-berbunga. Pembelian Pulau Manhattan dikatakan menjadi salah satu transaksi terbesar sepanjang masa. New York dibeli seharga US$24 dengan perhiasan dan manik-manik. Namun, jika US$24 itu diinvestasikan, dengan bunga 8% per tahun, US$24 itu akan bernilai lebih dari US$28 trilyun pada tahun 1995.

Menurut saya pribadi, bagaimana kita bisa menjadi berani melangkah dengan kemungkinan berhasil yang lebih tinggi adalah :

1. Memahami beda risiko dengan berisiko.

Seperti yang sudah dijelaskan kemarin.

2. Dengan mengajukan pertanyaan yang benar.

Bila kita mengajukan pertanyaan yang salah seperti ini :

– “Nanti jangan-jangan bangkrut?”

– “Kalau rugi bagaimana?”

– “Kalo gagal bagaimana?”

Pertanyaan ini tidak adil, kenapa? Karena semua mungkin bangkrut, mungkin gagal, mungkin rugi. Dengan pertanyaan seperti ini orang akan takut.

Pertanyaan yang benar :

– “Ruginya apa bila saya tidak bertindak sekarang?”

– “Untungnya apa bila saya bertindak sekarang?”

Karena otak kita hanya mencari nikmat atau menghindari sengsara. Maka dengan pertanyaan seperti itu otak kita jadi tahu kenikmatan apa jika kita berani bertindak dan kesengsaraan apa jika kita tidak bertindak.

Tapi kita tidak boleh naïf hanya berani saja dan asal bertindak sedemikian sehingga kemungkinan bangkrutnya besar. Untuk membantu memperbesar kemungkinan berhasilnya kita harus membuat pertanyaan sebagai berikut :

– “Siapa yang sudah berhasil dibidang yang kita inginkan?”

– “Bagaimana saya bisa bekerja/magang untuk belajar kepada yang bersangkutan?”

– “Kapan saya akan belajar?”

– “Apa yang harus saya pelajari atau saya ketahui atau harus bekerja sama kepada siapa untuk memperbesar kemungkinan berhasilnya?”

Saran saya, belajarlah kepada Robert Kiyosaki

Sumber : tdwclub.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Juni 2010 in Financial

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: