RSS

Ramalan Feng Shui

02 Agu

Menurut pengalaman saya, ramalan Feng Shui akan menjadi kenyataan bila kita fokus dan yakin ( atau terpengaruh / secara tidak sadar Sub-Concious Mind kita ). Dan cenderung akan tidak terjadi ramalan tersebut bila kita fokus dan yakin pada hal yang berlawanan dari ramalan tadi. Apalagi bila kita cenderung tidak peduli atau tertantang untuk membuat hal yang sebaliknya dari ramalan tadi. Kemudian mengenai Feng Shui itu sendiri, saya percaya seperti hal berikut, bahwa hal keberuntungan itu ada tiga :

1. Keberuntungan Langit, yang dimana segala sesuatu hal yang tidak kita bisa rubah itu namanya keberuntungan langit, dimana, anaknya siapa, yang dari Tuhan itu 100% haknya Tuhan. Kita tidak punya kewenangan atau hak apapun untuk merubahnya.
2. Keberuntungan Bumi, adalah kalau menurut saya 50% hak manusia dan 50% lagi adalah hak Tuhan, maksudnya adalah Feng Shui itu sangat-sangat tergantung dari manusianya juga, tergantung dari buminya juga. Misalnya kita tinggal dimana dan kita tidak suka, kita bisa pindah rumah. Dan bila keberuntungan manusianya tinggi maka keberuntungan buminya juga akan terpengaruh. Ada catatan di bukunya Daniel Goleman tentang Emotional Quotient, dimana pada waktu Hawaii dilanda badai, ternyata apa yang terjadi, orang-orang yang mempunyai kecerdasan emotional yang lebih tinggi, keberuntungan buminya pun ikut terpengaruh, seharusnya terkena badai dia hancur, tetapi setelah di survey orang-orang yang mempunyai kecerdasan emotional lebih tinggi mereka selamat, entah mungkin rumahnya rubuh, tetapi mereka sudah membuat suatu pertahanan di basement, sehingga mereka selamat, mungkin mereka sudah mengasuransikan, sehingga dapat ganti rugi. Ada juga yang sudah membangun pondasi yang lebih kuat, inilah yang membedakan orang yang naif mengandalkan nasib dan yang mengandalkan talenta yang diberikan oleh Tuhan. Salah satu contoh, ada rumah di Solo yang kalau dinilai secara Feng Shui sangat buruk ( tusuk sate, dibelakang rumah ada sungai, jalan yang tusuk sate tersebut, dari atas kebawah, mengarah ke rumah dibawah ). Tapi orang ini termasuk salah satu orang yang paling kaya di Solo saat itu. Ada orang bilang itu karena orangnya kuat. Inilah yang dimaksud keberuntungan manusianya bagus.
3. Keberuntungan Manusia itu adalah 100% haknya manusia. Tuhan sudah memberikan kita talenta melalui keberuntungan langitnya, boleh dikata kita masing-masing punya talenta / bakat / hal yang dahsyat seperti yang dikatakan dalam kitab suci. Jika dia diberikan talenta lima maka dia harus mengembangkan menjadi sepuluh atau lebih, dan bagi yang diberi talenta satu tapi tidak bisa mengembangkannya, masih tetap satu, maka talenta ini akan diambil dan diberikan pada yang memiliki sepuluh.

Iman Kita Kepada Tuhan itu memberikan baik apa adanya, walau pun terjadi badai atau kebakaran hutan kita harus ada permohonan dalam hidup kita, itu hukum alam selalu ada naik dan ada turun, tapi dalam hidup ini kita harus percaya kita harus fokus punya iman bahwa akan terjadi suatu hal yang baik dan kita terus belajar kepada orang – orang yang sudah mencapai pada hal yang kita inginkan menjadi baik dan kita kerjasama dengan orang – orang yang terbaik dibidangnya jadi kita memberikan yang terbaik dari usaha kita, maka kita akan mencapai usaha yang kita ingin kan mungkin Tuhan menunda tapi bukan menolak.

Saran saya, bila kita tidak percaya kepada Feng Shui maka kita tidak perlu bertanya, fokuslah untuk mengembangkan talenta kita sendiri untuk membuat nilai tambah yang baik untuk kita, orang banyak dan Tuhan maka kita akan sukses.
Bila kita percaya atau sudah terlanjur tanya atau mendapat informasi yang tidak ada ruginya untuk kita jalankan atau bila informasi tadi, bila tidak kita jalankan, kita merasa terganggu di pikiran kita. Saran saya, jalankan apa yang di minta pakar Feng Shui tadi, sehingga kita bekerja lebih yakin dan mantap.

Kalau ramalan itu jelek tugas kita untuk membalikkan bahwa itu tidak terjadi karena kita percaya pada Tuhan bukan kepada ramalannya dan Tuhan telah memberikan baik adanya. Dan kalau yang terjadi yang jelek maka kita harus memberikan arti yang baik. Biasanya kita harus mengambil tindakan yang baik untuk kita, orang banyak dan yang baik untuk Tuhan itu sendiri, saya percaya bahwa ramalan itu salah. Bila ramalan itu baik tugas kita percaya bukan berarti kita naïf, tapi kita benar menyadari karunia yang diberikan Tuhan untuk mengembangkan talenta yang diberikan tadi baik. Karena semua itu adalah tergantung bagaimana kita memberi arti, semoga bermanfaat.
sumber : tdwclub.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Agustus 2010 in Pelajaran Hidup

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: