RSS

Opini Pribadi

12 Okt

Bagaimana bila pengawasan lingkungan agar tidak semua kesalahan dibebankan kepada Pemerintah, pemerintah mau mengakui kekurangannya dan mau berbagi dengan masyarakat akan kebutuhan dari pengawasan tersebut dengan masyarakat sendiri, contoh :
Saat ini kita sering menjumpai bangunan-2 liar didaerah-2 yang tidak semestinya boleh berdiri bangunan tersebut, misal : ada gudang di tanah pengairan, ada pedaganga kaki lima pada trotoar jalan dan lain-lain.

Opini 1
Ketertiban dan kebersihan depan tempat tinggal
Kebersihan trotoar didepan tempat tinggal, dibebankan kepada pemilik rumah tersebut. Jadi bila ada pemilik rumah yang didepannya digunakan oleh orang lain untuk berjualan, maka :
pemilik rumah tersebut berhak untuk melaporkan kepada Polisi atau Pamong Praja untuk dilakukan pengusiran.
Petugas (penerima laporan) harus mencatat laporan warga tersebut dan diberikan no pengaduan untuk ditindaklanjuti oleh yang berwenang.
Petugas lain (pemantau perkembangan laporan) akan selalu memantau perkembangan laporan dari warga apakan laporan tersebut dalam progres atau sudah closed, dan diharapkan dapat dipastikan bahwa dalam tempo 2x 24 jam harus sudah closed.
Bila ditemukan ada bangunan liar/ penyalahgunaan tempat di depan pemilik rumah, dan dalam tempo 2 x 24 jam tidak membuat laporan kepada Pihak berwenang, maka pemilik rumah wajib diajukan kedepan meja hijau untuk diminta pertanggung jawaban karen ikut andil dalam ketidak nyamanan lingkungan.(siapa tahu pemilik rumah dapat uang sewa lahan:-P)

Opini 2
Ketertiban dan kebersihan dekat tempat tinggal
Mendaya gunakan pengangguran / pensiunan untuk menjadi petugas penjaga kebersihan. Dimana petugas tersebut diberi tanda pengenal sebagai petugas resmi dari lingkungan tersebut dengan gaji minim ( disesuakan dengan anggaran apabila dibandingkan dengan memakai petugas kebersihan dinas tata kota yang ada agar budget tidak minus).
Petugas tersebut berhak menangkap orang yang melanggar peraturan/ UU lingkungan yang ada, seperti dilarang buang sampah sembarangan, dilarang corat-coret tembok, dilarang merokok ditempat umum dan lain-lain.
Pelanggar peraturan akan dibawa kekepolisian untuk dilakukan tindakan, yaitu itu kurungan sementara dan denda. Dan dari denda yang disetorkan (x)% akan diberikan kepada petugas yang menangkap sipelanggar dan sisanya menjadi pendapatan daerah bukan pajak, lumayankan untuk tambahan dari gajinya yang minim, dan dengan begitu sipetugaspun akan getol untuk mengkapin pelanggar.
Dan tiap periodik lingkungan tersebut perlu dipantau juga oleh pemerintah, apabila banyak ditemukan penyimpangan, maka petugas berhak dimintai pertanggung jawaban, siapa tahu mereka makan gaji buta, cuma mau ambil gaji tapi tidak bekerja dengan benar seperti pegawai pemerintahan sekarang ini.
Oh ya petugas ini tidak hanya boleh menangkap orang yang melanggar tata tertib kebersihan saja. tapi juga pelanggar ketertiban-ketertiban yang lain.
seperti penumpang yang menyetop angkutan umum didaerah yang dilarang. individu yang menyetop tersebut juga boleh ditangkap, demikian juga angkutan yang berhenti di timpat larangan tersebut, maka sopir angkutan tersebut harus juga ditangkap untuk dimeja hijaukan.
Biaya denda yang dibayar oleh sipelanggar akan diberikan sebesar (x)% kepada petugas untuk isentif atas keberhasilannya.

Nah kalo sudah begini saya rasa lingkungan akan lebih bersih & tertib. dan dari lingkungan yang bersih dan tertib akan timbul rasa aman dan nyaman karena tidak menimbulkan pikiran yang ruwet melihat lingkungan yang ruwet pula.

Demikian sebagian opini dari saya, semoga bermanfaat. kalau ada opini-opini yang lain akan segera disusulkan, tidak menutup kemungkinan opini dari pembaca. SAW

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Oktober 2010 in Uneg-unegku

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: