RSS

Kisah Cinta diusia Senja

24 Agu

Lelaki tua itu, usianya barangkali sudah menginjak 75 tahunan.
Namun kerutan kulitnya terlihat lebih banyak di tangan ketimbang di wajahnya.
Badannya masih terlihat atletis, tidak gendut atau justru kerempeng, tidak seperti lelaki tua kebanyakan.
Senyumnya selalu mengembang, terlihat bahagia sekali.
Tangannya tak pernah lepas, memegang dan sesekali mengusap jemari wanita yang juga tak kalah tuanya, yang duduk bersandar di lengannya.

Sang nenek, mungkin usianya juga sudah memasuki 73 tahunan.
Tapi, berani bertaruh, jika semasa muda dulu sang nenek sangat cantik.
Senyumnya nampak mempesona.
Matanya, meski sudah tua, tampak berkerjap-kerjap ketika berbicara, seolah juga ingin berkata-kata bahwa hatinya tengah berbunga-bunga.
Hidung nenek itu kecil mancung, serasi dengan wajahnya yang oval.
Bibirnya mungil masih sempurna, nampak disaput tipis lipstik berwarna pink.
Kakek memakai jaket hitam yang lebih mirip jas.
Sementara nenek memakai jaket wool warna coklat.
Penumpang kereta api eksekutif Turangga yang duduk satu gerbong dengan pasangan ‘senja’ itu, banyak yang dibuat iri oleh kemesraan mereka.

Beberapa penumpang berbisik-bisik ketika tiba-tiba sang nenek mencubit pelan dan manja perut sang kakek.
Ekspresi nenek menunjukkan gemas dan sayang.
Sedangkan kakek hanya senyam-senyum saja.
Seorang wanita paruh baya yang duduk di samping mereka, terlihat menyikut rusuk suaminya.
“Malu nggak tuh kamu sama kakek dan nenek.
Kawin aja baru delapan tahun, tapi mana pernah kamu mesra ke aku”, bisik sang wanita ke suaminya sambil berdesis.

Mendadak lelaki yang disikut istrinya memecah keheningan.
“Mohon ma’af Kakek/Nenek, lancang bertanya.
Apa resepnya agar tetap rukun sampai tua begitu?
Terus terang kami salut dengan kemesraan kakek nenek”, katanya.
Sang nenek hanya tersenyum simpul menerima pertanyaan yang mendadak itu.
“Begini… Nak,” sang kakek mencoba mewakili menjawab, “Kami selalu saling memperhatikan.
Kalau sedang tidak ber-sama2 atau kumpul, hampir setiap jam kami saling telpon, tanya keadaan masing2.
Kami saling kenal, sejak saya usia 20 tahun.”
Semua penumpang yang mendengar keterangan kakek pada melongo.
Mereka takjub, ternyata pasangan tua itu sudah lama sekali berinteraksi dan berhubungan.
Dan selama itu pula mereka berdua tetap mampu menjaga kemesraan.

Memasuki stasiun Surabaya Gubeng, kereta melambat.
Kakek dan nenek segera beranjak berdiri… merapikan baju masing2 dan mengambil tas kecil yang ada di rak, di atas tempat duduk.
Mereka baru saja pulang dari Jakarta
Ketika hendak menyusuri gerbong, nenek terlihat mesra memcium pipi kakek.
Lalu dibisikinya si kakek, “Sayangku, cintaku… nanti kalau turun kamu lewat pintu gerbong yang belakang ya.
Aku lewat depan.
Tadi bapaknya anak-anak SMS, katanya dia mau jemput aku di stasiun.
Dua hari ditinggal reuni, katanya sudah kangen banget.”
Kakek sebentar diam sebelum membalas mencium nenek sambil berkata, “Iya honey… jaga kesehatan demi aku ya…”
“Sudah sayang, cepat jalan ke depan, nanti mas Parto tahu kalau kita pergi berdua… bisa berabe nanti.”
😛😜😍:oops: kisah dari reunian
😛😛 ancuuurrrr 😂

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Agustus 2015 in Lucu

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: