RSS

​*Politikus vs Petani*

15 Agu

Seorang Anggota Dewan pergi berburu kuntul di pinggiran Pakal Benowo. 
Dia menembak dan.. 

Dhuwarrr..!! burung itu kena, tetapi sialnya jatuh ke sawah di sisi lain dari pagar. 
Si Anggota Dewan memanjat pagar, diseberang seorang petani tua berjalan menghampiri lalu bertanya apa yang dia lakukan. 

Si A. Dewan menjawab, “Saya menembak burung dan jatuh di tanah ini, dan sekarang saya akan mengambilnya.” 

Petani tua menjawab, “Ini tanahku mas, dan sampeyan loncat pagar masuk tanah orang koyok ga duwe wedi ga duwe aturan”
A. Dewan dg pongah dan marah berkata, “Saya ini  A.Dewan terkenal di Endonasuwa, kalo Anda tidak membiarkan saya mengambil burung itu, saya akan menuntut Anda dan mengambil semua yang Anda punya.” 

Petani tua itu tersenyum dan dg woles njawab, “Koyok’e, peyan ndak tahu bagaimana kita menyelesaikan perselisihan di mBenowo. Biasa ne mas perselisihan kecil seperti ini kami selesaikan dengan cara ‘Telung Saduk’an.’ 
A. Dewan congkak bertanya, “Apa maksudnya ‘Telung Saduk’an.’ ?”  Pak tani menjawab, “nggih, karena sengketa terjadi di tanah saya, saya bisa nyaduk duluan. Saya nyaduk tiga kali terus peyan mbales nendang saya tiga kali dan seterusnya bolak-balik sampai ada yang nyerah. Dos pundi mas..?”
Si Anggota Dewan, ga pake lama memutuskan bahwa dia bisa dengan mudah bisa mengalahkan pak tua. Si Anggota Dewan setuju untuk mematuhi aturan permainan. 
Petani tua (wong wis sepuh yo..) perlahan-lahan berjalan ke A. Dewan…

Tendangan pertama telak mengenai selangkangan A. Dewan… 

Mak hlaabb..!! dan A. Dewan itu njungkel.. ngglundung..!! 

Tendangan keduanya kena ulu hati…

Jhleebb..!!  A Dewan itu mukok muntah cecek… se-ceceknya…  

Politikus pongah masih bisa merangkak ketika saduk’an ketiga petani diarahkan ke pantatnya, membuat si A. Dewan njlunup ngurepi tletong sapi segar….
Dengan susah payah mengumpulkan sisa tenaga dan stamina si  A. Dewan berusaha berdiri dg kedua kakinya. 

Sambil menyeka wajahnya yg ber-masker tletong sapi, dia berkata, “Oke pak… Sekarang giliran saya. ”

Petani tua itu tersenyum dan berkata, 

“Wis… ndak usah mas, AKU NYERAH…

Ambil aja burungnya ”
Met siang Teman’s…koyok melok coro iku ae Ut…wes saiki suit ambek Donny sopo peran dadi petani sopo sing dadi A. Dewan…:mrgreen::mrgreen:

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Agustus 2016 in Lucu

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: