RSS

*”ILUSTRASI KECERDASAN”*

03 Sep

(Budi Wiyarno – Sait-Quin Educenter)_

Dipapan tulis, sy menggambar _*sebatang pohon kelapa ditepi pantai, lalu sebutir kelapa yg jatuh dr tangkainya.*_
Kemudian sy bercerita ttg 4 anak yg mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu.
*Anak ke 1* : _dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, dan dgn rumus matematikanya anak ini menjelaskan hasil perhitungan ketinggian pohon kelapa, dan energi potensial yg dihasilkan dr kelapa yg jatuh lengkap dgn persamaan matematis dan fisika._
Lalu psycholog tanya ke siswa sy? Apakah anak ini cerdas?… dijawab serentak sekelas … iya … dia anak yg cerdas sekali. Lalu sy lanjutkan cerita …
*Anak ke 2* : _dengan gesit anak ke dua ini datang memungut kelapa yg jatuh dan bergegas membawanya ke pasar, lalu menawarkan kepedagang dan dia bersorak … yesss … laku Rp 8.000._
Kembali saya bertanya ke anak2 dikelas … apakah anak ini cerdas?… anak2 menjawab iyaa … dia anak yg cerdas. Lalu sy lanjutkan cerita …
*Anak ke 3* : _dengan cekatan, dia ambil kelapanya kemudian dia bawa keliling sambil menanyakan, pohon kelapa itu milik siapa? Ini kelapanya jatuh mau sy kembalikan kpd yg punya pohon._
Saya bertanya kepada anak2 … apakah anak ini cerdas?… anak2 mantap menjawab … iya … dia anak yg cerdas.

Sayapun melanjutkan cerita ke empat …
*Anak ke 4* : _dengan cekatan, dia mengambil kelapanya kemudian dia melihat ada seorg kakek yg tengah kepanasan dan berteduh dipinggir jalan. “Kek, ini ada kelapa jatuh, tadi sy menemukannya, kakek boleh meminum dan memakan buah kelapanya”._
Lalu sy bertanya … apakah anak ini, anak yg cerdas? anak2 menjawab, yaa … dia anak yg cerdas
Anak2 menyakini bhw semua cerita diatas menunjukan anak yg cerdas. 

Mereka jujur mengakui bhw setiap anak memiliki _*”Kecerdas-unikan-nya”*_. Dan mrk ingin dihargai _*”Kecerdas-unikan-nya”*_ tsb.
Namun … yg sering terjadi … kita para org tua dan pendidik, menilai kecerdasan anak hanya dr satu sisi, yakni ? *”Kecerdasan Anak Pertama, Kecerdasan Akademik”,* Lebih parahnya, kecerdasan yang dianggap oleh negara adalah kecerdasan anak pertama yg *diukur dari nilai saat mengerjakan UN.*
Sedang … *”Kecerdasan Finansial” (anak no 2), “Kecerdasan Karakter” (anak no 3) dan “Kecerdasan Sosial” (anak no 4).* *Belum ada ruang yg diberikan Negara utk mengakui kecerdasan mrk,* mrk adalah anak kandung negara yg blm diberi ruang utk diakui.
Saya jadi ingat, cerita ini, dulu sering kami jadikan olok olokan saat SMA, antara anak IPA dan anak IPS, siapa yg sebenarnya cerdas?
Bapak Ibu … anak Bapak Ibu semuanya adalah anak2 yg cerdas dgn _*”Keunikan Kecerdasan-nya”*_ masing2 … hargai dan jgn samakan dgn org lain atau bahkan dgn diri anda sendiri.
Mari hargai kecerdasan anak kita masing2, dan siapkan mrk utk zaman dimana mrk akan hidup kelak.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 September 2016 in Pengetahuan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: